KABAR BIREUEN- Tiga kelompok tani (Poktan) di tiga kecamatan dalam Kabupaten Bireuen mendapat bantuan alat mesin pertanian (Alsintan).

Bantuan berupa mesin pemotong padi (Combine) itu berasal dari Kementerian Pertanian yang diberikan atas proposal yang diajukan DPD ll Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bireuen.

Alsintan berupa tiga mesin pemotong padi untuk tiga poktan itu telah diserahkan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen, H. Mukhlis AMd, Rabu (23/12/2020)

Adapun tiga poktan yang menerima Alsintan tersebut yaitu Poktan Beurata, Gampong Pandak, Kecamatan Makmur, Poktan Ade Beurata, Gampong Babah Jurong, Kecamatan Kutablang dan Poktan Bungong Meulu, Gampong Cot Keumude, Kecamatan Peusangan.

Hadir pada saat penyerahan bantuan alsintan itu, pejabat Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Kabid Sarana dan Prasarana, Dedi Suheri, Kabid dan Kabid Tanaman Pangan, Ir Meutia.

Ketua Golkar Bireuen, H. Mukhlis AMd yang lebih dikenal Mukhlis Takabeya kepada Kabar Bireuen mengatakan, bantuan mesin pemotong padi yang diserahkan kepada tiga poktan tersebut merupakan aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Ichsan Firdaus.

“Mesin itu kami (Golkar Bireuen) yang usulkan ke Kementerian Pertanian melalui Bapak Ichsan Firdaus. Makanya saat penyerahan kemaren, kami diminta hadir ke lokasi bersama pihak Dinas Pertanian,” jelas Mukhlis Takabeya yang juga Ketua KONI Bireuen.

Tahun ini, sebut pria yang hobi berburu itu, tiga unit mesin Combine telah direalisasikan. “Insya Allah tahun 2021 ada beberapa unit lagi yang akan diserahkan untuk kelompok tani di Kabupaten Bireuen,” kata dia.

Menurut Mukhlis Takabeya, Alsintan berupa mesin pemotong padi yang diserahkan itu adalah harapan dari para petani, karena dapat membantu petani ketika panen padi tiba.

“Bantuan mesin Combine sangat dibutuhkan masyarakat di era milenial. Karena sangat efesien, baik dari jumlah tenaga manusia, dan juga waktu,” sebut Mukhlis Takabeya.

Ia juga berani memastikan, dengan hadirnya mesin pemotong padi tidak akan menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang bekerja mengambil upah memotong padi.

“Malah sekarang di saat musim panen, petani kesulitan mencari tenaga pemotong padi. Begitu juga dengan mesin pemotong padi, ketika panen tiba sangat sulit didapatkan. Kadangkala harus didatangkan dari luar daerah,” jelas pengusaha sukses yang bergerak di bidang jasa kontruksi.

Bos PT. Takabeya Perkasa Group itu juga sempat membagikan pengalaman masa lalunya. Kata Mukhlis Takabeya, sebelum hadirnya mesin Combine, saat panen dibutuhkan waktu panjang. Mulai dari memotong, mengeringkan, sampai mengangkut ke tempat proses perontokan butuh tenaga kerja yang banyak dan waktu lama.

“Tapi sekarang lebih efesien, semua proses dikerjakan dengan mesin tanpa membutuhkan waktu yang lama, biaya besar. Mau tidak mau petani harus mengikuti perkembangan teknologi, apalagi alat itu bisa meningkatkan pendapatan mereka,” papar Mukhlis Takabeya.

Partai Golkar, sebut adik kandung almarhum H. Saifannur SSos (Bupati Bireuen periode 2017-2022) yang meninggal dunia pada 19 Januari 2020, komit memperjuangkan program program yang akan membawa kesejahteraan kepada masyarakat.

“Partai Golkar selalu siap berjuang untuk rakyat, sekalipun mereka itu bukan pendukung Golkar di Pilkada atau pada Pemilihan legislatif,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Ir Meutia yang dihubungi melalui telepon selularnya, Sabtu (26/12/2020) membenarkan bantuan mesin pemotong padi untuk tiga Poktan tersebut merupakan bantuan usulan Partai Golkar Bireuen ke Kementerian Pertanian.

“Yang ajukan proposal ke Kementerian mereka (Pengurus Golkar Bireuen), kami hanya ditugaskan oleh Pak Kadis untuk mendampingi saat penyerahan kepada kelompok tani,” kata Meutia. (Rizanur)