KABAR BIREUEN, Peusangan – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lazismu dan MDMC membangun 44 unit hunian darurat (hundar) untuk korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Hundar untuk korban banjir dan tanah longsor di Pante Lhong mulai dikerjakan Sabtu (10/1/2026), melibatkan belasan relawan Pos Koordinasi Daerah (Poskorda) Muhammadiyah Bireuen.
Pantauan Kabar Bireuen, Sabtu (10/1/2026) terlihat belasan relawan Poskorda Muhammadiyah Bireuen sedang memasang rangka hundar yang berbahan kayu dan terpal.
Selain membangun hundar, di desa itu juga dibangun sumur bor dengan melibatkan tiga tenaga skill. Sumur bor yang dibangun di atas tanah wakaf di Dusun Teungku Di Reuhat diperkirakan rampung tiga hari ke depan.
Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Bireuen, Fajar Ardiansyah yang ditemui wartawan di lokasi, mengatakan, pembangunan 44 Hundar dibiayai Lazismu Pusat.
Lalu, untuk sumur bor sumber dananya dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Selain hundar dan sumur bor, sebut Fajar, persyarikatan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini, juga membantu dua panel listrik tenaga surya untuk dipasang di lokasi hundar.

“Bantuan hundar untuk Pante Lhong 44 unit dan satu sumur bor. Hari ini mulai dikerjakan oleh relawan Lazismu dan Poskorda Bireuen. Panel listrik tenaga surya akan dipasang di sini juga,” katanya.
Pada kesempatan itu Fajar menjelaskan, relawan Muhammadiyah sudah hadir di tengah korban bencana pada hari ketiga.
“Pada awal banjir kami sudah terjun ke lokasi bencana membantu evakuasi korban, menyalurkan logistik dan memberikan pelayanan kesehatan,” paparnya.
Pada awal masa tanggap darurat, sambungnya, Muhammadiyah melalui Lazismu juga membuka dapur umum di dapur Muhammadiyah Boarding School (MBS).
“Setiap hari kami menyediakan hampir 1.500porsi makanan untuk siswa, mahasiswa dan warga yang terdampak banjir. Khususnya masyarakat yang terjebak banjir tidak bisa melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing,” terangnya.
Muhammadiyah, sebutnya, akan ikut bagian masa pemulihan dan rehab rekon bencana banjir Sumatra.
“Sesuai arahan Pimpinan Pusat, relawan Muhammadiyah akan mengambil bagian dalam penanggulangan bencana, mulai masa tanggap darurat sampai pemulihan,” ujarnya.
Operasi kemanusiaan oleh Muhammadiyah diperkirakan akan berlangsung dua sampai tiga tahun. (Rizanur)











