KABAR BIREUEN-Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen menggelar sosialisasi penyelenggaraan Pemilu Tahun 2017, Rabu (29/11/2017) di salah satu hotel di Bireuen.
Komisoner KIP Bireuen Agusni SP, dalam sosialisasi memaparkan tahapan Tahapan pemilu yang tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019.
Pelaksanaan pemilu tahun 2017, mulai dari pendaftaran partai politik, verifikasi, hingga penetapan partai plitik yang lolos ikut pemilu serta penarikan nomor urut.
Pendaftaran parpol peserta Pemilu, 3-16 Oktober 2017, Penelitian administrasi, 17 Oktober-15 Desember 2017, verfikasi faktual kepengurusan di tingkat pusat dan provinsi, 15 Desember 2017-3 Januari 2018.
Verfikasi faktual kepengurusan di tingkat kabupaten/kota, 15 Desember 2017-5 Februari 2018. Rekapitulasi hasil verifikasi faktual, 6-17 Februari 2018, Pengumuman parpol peserta pemilu, 18 – 20 Februari 2018 dan Penyelesaian sengketa penetapan parpol peserta pemilu, 19 Februari-17 April 2018.
“Nantinya juga akan ada pemutakhiran data pemilih, persyaratan pemilihan antara lain, Warga Negara Indonesia, telah genap berusia 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin. Terdaftar sebagai pemilih di daerahnya. Bukti sebagai warga negara menggunakan KTP elektronik,” sebutnya.
Dilanjutkan Agusni, tahapan lainnya adalah pendaftaran calon anggota DPD, 26 Maret-26 April 2018, Pendaftaran anggota DPR dan DPRD, 4-17 Juli 2018, Pendaftaran calon presiden dan wakil presiden, 4-10 Agustus 2018. Masa kampanye, 23 September 2018-13 April 2019
Masa tenang, 14-16 April 2019, Pemungutan suara, Rabu 17 April 2019, penetapan hasil pemilu pasca putusan MK, 17-23 September 2019.
Pemateri lainnya pada sosialisasi tersebut, Ketua Panwaslu Bireuen, Abdul Majid yang menyebutkan tugas Panwaslu Bireuen pada pemilu 2019 agak lebih berat, dulu hanya lembaga Ad Hoc, kini sudah permanen.
Abdul Majid berharap angka golongan putih (Golput) pada pemilu 2019 bisa ditekan. Sebab, dulu warga agak kurang antusias memilih caleg, hanya ingin memilih presiden saja. Sekarang, karena pada hari yang sama, kemungkinan warga datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyalurkan hak pilihnya.
Sementara itu, komisioner KIP, Saiful Hadi menyebutkan, sosialisasi yang dilakukan tersebut guna memaksimalkan tahapan penyelenggaraan pemilihan umum bagi peserta yang dilibatkan hari ini.
“Kita harapkan peserta dapat mensosialisasi kembali kepada masyarakat umum serta bagi kalangannya sendiri terhadap proses pemilihan legislatif, baik anggota DPD,DPR RI, DPRA, DPRK maupun presiden,” harapnya.
Kegiatan itu diikuti partai politik, LSM, Ormas/OKP, mahasiswa, media, masyarakat serta penyandang disabilitas. (Ihkwati)










