KABAR BIREUEN- Puluhan warga Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Bireuen Jumat pagi ( 20/10/2017) berupaya membongkar kios-kios yang berdiri di atas saluran air irigasi sadap di desa tersebut.
Namun, aksi mereka ditenangkan dan didamaikan Camat Peusangan, Amiruddin BA dan seluruh babinsa Koramil 06 Peusangan mewakili Danramil Peusangan.
Warga memang sudah tak sabaran lagi mendapati masih ada kios yang belum dibongkar juga, padahal batas waktu yang diberikan sudah berakhir hari ini.
Informasi yang diperoleh Kabar Bireuen dari Babinsa Koramil 06 Peusangan Kodim 0111/Bireuen, Sertu Muzakir, rencananya hari ini warga mau membongkar kios- kios yang berdiri di atas irigasi tersebut.
“Itu karena batas waktu pembokaran yang pernah diberikan Camat Peusangan dan warga Jumat lalu hari ini berakhir. Ternyata masih ada beberapa orang pemilik yang belum membongkar kiosnya,” sebut Sertu Muzakir.
Setelah ditenangkan, warga kemudian berdamai dan meminta agar kios tersebut segera dibongkar oleh pemiliknya. Kalau tidak warga mengancam dalam beberapa hari ini akan membawa eskavator untuk membongkar sambil membersihkan sedimen yang ada dalam irigasi tersebut.
“Selama ini keberadaan kios di atas irigasi tersebut menghalangi jalan warga untuk bisa membersihkan saluran,” ungkapnya.
Tak hanya itu, katanya, warga di kios tersebut juga banyak yang Buang Air Besar (BAB) dalam kantong plastik, lalu di buang ke sawah dan irigasi yang ada di belakang kios-kios mereka, atau istilahnya WC terbang.
Tentu saja hal itu sangat mengganggu dan berdampak pada sawah petani. (Ihkwati)








