KABAR BIREUEN – Ketua DPRK Bireuen, Ridwan Muhammad, SE., M.Si, membantah kabar yang berkembang, tentang adanya dugaan intervensi dan tekanan dari pihak tertentu dalam penetapan calon anggota KIP Kabupaten Bireuen periode 2018-2023.

Hal itu dikemukakan Ridwan Muhammad dalam keterangannya kepada wartawan di gedung dewan setempat, Senin (25/6/2018).

“Secara kelembagaan, tidak ada intervensi dari pihak manapun. Ini saya yakin. Sebab, saya pantau terus, karena saya koordinator Komisi A yang selalu mengawasinya,” ungkap Ridwan Muhammad.

Menurutnya, sekali pun indikasi tersebut ada, itu secara personal. Tapi, secara kelembagaan, itu tetap murni yang dikerjakaan Komisi A.

Untuk meyakinkan tidak adanya intervensi, Ridwan menunjukkan buktinya. Kata dia, sebelum dibacakan pengumumannya, sudah berkembang sejumlah nama yang akan lulus. Ternyata, yang lulus bukan itu.

“Yang Anda pikirkan semula, ternyata bukan. Yang lahir, ternyata lain lagi. Berarti, ini benar-benar murni dan tidak ada intervensi yang bisa mempengaruhi hasil kerja Komisi A,” ungkap Ridwan Muhammad yang ikut didampingi Muzakir Mahmud, SE, Yusriadi, SH dan Muhammad Nur, SH (masing-masing sebagai Ketua, Sekretaris dan Anggota Komisi A).

Meski begitu, dia tidak menampik ada aspirasi-aspirasi dari pihak luar atau partai yang disampaikan kepada Komisi A untuk meluluskan seseorang. Itu dianggapnya, sah-sah saja pihak partai menyampaikan aspirasi, sejauh bukan mengintervensi.

Namun, katanya, Komisi A tidak terpengaruh dalam bekerja. Mereka tetap bekerja sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Yang diluluskan tetap yang dinilai layak dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Ridwan Muhammad juga membantah isu adanya permainan uang dalam penentuan kelulusan penyelenggara Pemilu ini. Dia mengaku, tidak pernah mendengar adanya permainan uang dalam perekrutan anggota KIP Bireuen tersebut. Apalagi, sejak awak dirinya sudah mengingatkan, agar jangan sampai terjadi hal-hal di luar ketentuan yang berlaku dan melanggar hukum.

“Apabila pun ada dilakukan oleh oknum-oknum, itu tanggung jawab sendiri. Tapi, secara kelembagaan di DPRK Bireuen atau Komisi A, itu tidak ada sama sekali,” lagi-lagi politisi Partai Aceh ini membantah isu tersebut.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, DPRK Bireuen telah menetapkan lima anggota KIP Bireuen periode 2018-2023 dalam sidang paripurna di ruang rapat dewan setempat, Senin (25/6/2018). Mereka terdiri dari Agusni, Muhammad Basyir, Edi Safwan, Muzammil dan Amiruddin. (Suryadi)

 

 

BAGIKAN