kekeringan di areal persawahan petani di kawasan Jeumpa, BIreuen

KABAR BIREUEN- Petani di kawasan Kecamatan Jeumpa dan Gandapura mengeluhkan kekeringan yang sedang melanda saat ini berimbas pada tanaman padinya.

Akibat kekurangan air tersebut, petani mengkhawatirkan berdampak  pada masa pertumbuhan tanaman mereka yang sudah berumur satu bulan lebih itu, sehingga bisa saja padi akan mengering dan mati.

Hal itu seperti diungkapkan sejumlah petani di Teupok Tunong serta Pulo Lawang, Kecamatan Jeumpa, kepada media,  Senin (19/2/2018).

Sekdes Tupok Tunong, Saiful Amri mengungkapkan, petani di kawasan tersebut memang sudah lama menghadapi persoalan kekeringan akibat kekurangan air tersebut.

Saat ini, kondisi tanah sudah retak-retak, dan padi daunnya sudah mulai menguning karena kekurangan pasokan air. Padahal saat ini, tanaman padi sedang masa pertumbuhan dan sangat memerlukan banyak air.

“Kalau terus kekurangan air, kemungkinan besar bisa gagal panen,’ sebutnya diamini sejumlah petani lainnya.

Ada sekitar  80 hektar sawah kekurangan air, itu dikarenakan air dari irigasi yang berada sekitar 2 kilometer dari  desa tersebut tak sampai ke areal persawahan milik warga. Selama ini hanya mengandalkan air hujan.

Karena itu, mereka berharap kepada pemerintah agar membangun irigasi permanen sehingga kebutuhan air petani di daerah tersebut terpenuhi dan tak lagi terjadi keurangan pasokan aiar atau kekeringan.

Tak hanya permasalahan tersebut, peran mantri tani juga dikeluhkan sebnagian petani. Seperti disampaikan  Umar Nurdin (45), petani Pulo Lawang, Kecamatan Jeumpa Bireuenyang mengatakan mantri tani selama ini bekerja tak maksimal.

“Mantri tani tak pernah turun ke sawah atau memberikan penyuluhan tatacara bertanam atau  mengatasi masalah jika padi mereka terserang penyakit serta padi memerah,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, mereka juga selama ini tak pernah mendapatkan bantuan bibit mamupun pupuk dari dinas terkait dan pemerintah

Sementara hal yang sama juga terjadi di Gandapura, kekurangan air juga terjadi adi areal persawahan di sana, untuk mengatasinya, petani terpaksa menyedot air dari parit dan mengalirkannya ke sawah mereka menggunakan pompa.

Terkait kekeringan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Ir Alie Basyah M.Si kepada Kabar Bireuen menyebutkan, memang terjadi kekeringan karena pasokan air yang tak ada ke areal sawah di beberapa desa di kecamatan jeumpa.

“Sejauh ini tak ada solusi yang bisa kita upayakan untuk mengatasi hal tersebut, karena pihak dinas hanya pengguna air. Itu kewenangan Dinas Pekerjaan Omum melalui bagian pengairan sebagai penyedia air,” katanya. (Ihkwati)

 

 

BAGIKAN