KABAR BIREUEN- Sejak zaman doeloe, peranan Dayah Salafi di Aceh cukup dominan telah melahirkan Ulama terkemuka dan kader-kader yang Islami. Hingga saat ini peranan Dayah di Aceh khususnya di Kabupaten Bireuen masih tetap hidup dan berkembang mendidik putera puteri generasi bangsa yang berakhlak mulia.
Karena itu masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bireuen tidak perlu ragu-ragu memasukkan putera-puterinya ke pendidikan dayah dalam Kabupaten Bireuen yang masih tetap hidup dan berkembang sudah mendapat perhatian pemerintah.
Hal itu dikatakan Kadis Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen Said Abdurrahman S Sos mengemukakan hal itu kepada Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Kamis (24/8/2017).
Dikatakan, sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang pendidikan Dayah hingga Balai Pengajian di Aceh sangat dominan dibandingkan dengan pendidikan umum lainnya.
“Dulu setiap rumah hingga ke desa-desa, para orang tua mengarahkan putera-puterinya mengaji di malam hari, perlu dilestarikan kembali di desa-desa agar menjadi generasi yang Islami dan berakhlak mulia,” harap Said.
Peranan Dayah Salafi di Aceh sudah cukup banyak melahirkan Ulama terkemuka, pembimbing dan pemimpin umat antara lain Tgk H Muhammad Amin Mahmud yang akrab disapa H Abu Tumin Blang Bladeh Ulama kharismatik tertua di Aceh alumni Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan tahun 1959 murid Abuya Syech Mudawaly Al Khalily.
Para pimpinan Dayah di Kabupaten Bireuen antara lain H Abu Tumin juga pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kecamatan Jeumpa Bireuen, Tgk H Hasanul Basri HG yang akrab disapa Abu Mudi pimpinan Dayah Mudi Mesra, Dayah Al Azziziyah putera-puteri Samamalnga.
Disusul Tgk H Nuruzzahri yang akrab disapa Waled NU pimpinan Dayah Ummul Aiman Samalanga dan pimpinan dayah lainnya yang tersebar di 17 Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen dan Kabupaten/kota lainnya di Aceh.
Menurut Said Abdurrahman, Kabupaten Bireuen yang sudah dikenal sebagai Kota Santri hingga saat ini memiliki empat Dayah Salafi type A, masing-masing Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Dayah Mudi Mesra, Dayah tertua di Aceh, Al Azziziyah putera dan puteri Samalanga dan Dayah Ummul Aiman Samalanga.
Sementara Dayah type B sebanyak 11 Dayah, type C, 9 Dayah dan type D, 15 Dayah, Dayah Salafi terpadu 16 Dayah dan Balai Pengajian sebanyak 104 buah.
Di tempat terpisah, beberapa pimpinan dayah dan balai pengajian di Bireuen sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Pemda Aceh untuk mengalokasikan dana operasional Dayah dan Balai Pengajian dari APBK dan APBA setiap tahun untuk menunjang operasional dayah serta balai pengajian. (Abu Iskandar)









