Jumat, 16 Januari 2026

Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bireuen: Guru PJOK Bisa Jadi Pemersatu

KABAR BIREUEN-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd.,M.Pd, diwakili Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud setempat,
Surya, S.Pd, M.Pd secara resmi menutup pelatihan Peningkatan Profesionalisme.

Prosesi penutupan kegiatan berlangsung di di Aula Wisma Bireuen Jaya, Kamis Sore (8/9/2022).

Dalam arahannya, Surya mengatakan,  guru PJOK merupakan salah satu bagian terpenting terlaksanaknya proses pembelajaran di setiap sekolah.

Pendidikan Jasmani dan Olah Raga saling melengkapi dan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya dalam meningkatkan mutu, kualitas pendidikan dan daya saing lulusan.

Guru PJOK bisa menjadi pemersatu, mampu memotivasi, menjadi inspirasi semangat guru lain dalam memimpin pembelajaran minimal di satuan pendidikan masing-masing,

“Disamping itu guru PJOK juga harus mampu memotivasi, membangkitkan semangat belajar siswa melalui program kegitan keolahragaan, melalui bimbingan terstruktur dan sistematik dari guru PJOK,” katanya.

Disebutkan, sehubungan dengan tema pelatihan ini, yaitu meningkatkan profesionalisme guru di harapakan kepada peserta memiliki standar pemahaman yang sama tentang Kurikulum Merdeka melalui Platfom Merdeka.

“Mengajar khususnya guru-guru di sekolah pelaksana kurikulum merdeka secara mandiri,” jelas Surya.

Dikatakan, sekolah pelaksana kurikulum merdeka secara mandiri, harus lebih prokatif lagi untuk belajar secara mandiri karena tidak ada intervensi secara khusus oleh pemerintah dalam mengimplementasikannya.

Oleh karena itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bireuen ini mengajak semua peserta pelatihan untuk terus belajar dan memperdalam lagi pengetahuan agar benar-benar mandiri, baik mandiri berubah maupun mandiri berbagi.

Perkuat kembali Forum KKG dan Komunitas guru PJOK, baik komunitas kecamatan maupun komunitas Guru PJOK tingkat kabupaten, sebagai wadah untuk saling berbagi, berbagi pengalaman dan berbagi praktek baik.

Manfaatkan teknologi sarana belajar digitalisasi sekolah untuk lebih memudahan dalam berbagi ilmu dan pengalaman khususnya sesama guru PJOk.

“Guru PJOK tidak bolek melek teknologi agar mampu bersaing dan bersanding dengan guru-guru lain,” harap Surya

Ditempat terpisah Kabid Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bireuen, Surya, S.Pd, M.Pd, Kepada Kabar Bireuen mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari 6-8/9/2022, di Wisma Bireuen Jaya.

Peserta berjumlah 90 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta se Kabupaten Bireuen.

Pelatihan ini menghadirkan dua orang narasumber berasal dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Barat, Regional 3, yakni Suhardi, S.Pd, M.Pd dan Dwi Cahyo Widodo, S.Pd, M.Pd.

Adapun materi yang diberikan selama pelatihan ini, ialah Kebijakan Pemerintah Daerah, Konsep Kurikulum Merdeka, Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila, Platform Merdeka Mengajar, Penyusunan Capaian Pembelajaran PJOK.

Selanjutnya, Penyusunan Tujuan Pembelajaran PJOK, Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran, Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka PJOK dan Penilaian Hasil Belajar Siswa dalam Kurikulum Merdeka. (Herman Suesilo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...

Dosen Umuslim Pasang PLTS Hibrid di Bivak, Dusun Terisolasi Itu Kini Kembali Terang

0
KABAR BIREUEN, Juli – Setelah lebih dari sebulan hidup tanpa aliran listrik pascabanjir besar, warga Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen,...

Korban Banjir di Aceh Terima Bantuan Rp2,5 Miliar dari PT Tiara Marga Trakindo

0
KABAR bIREUEN, Banda Aceh — Korban banjir di Aceh menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT). Bantuan tersebut diterima...

KABAR POPULER

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Bantah Tudingan Timbun Bantuan, Pemkab Bireuen Pastikan Distribusi Logistik untuk Korban Bencana Lancar dan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen secara tegas membantah isu penimbunan barang bantuan di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tuduhan...

Dosen Umuslim Pasang PLTS Hibrid di Bivak, Dusun Terisolasi Itu Kini Kembali Terang

0
KABAR BIREUEN, Juli – Setelah lebih dari sebulan hidup tanpa aliran listrik pascabanjir besar, warga Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen,...

Korban Banjir di Aceh Terima Bantuan Rp2,5 Miliar dari PT Tiara Marga Trakindo

0
KABAR bIREUEN, Banda Aceh — Korban banjir di Aceh menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT). Bantuan tersebut diterima...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...