Aida Fitria (PNA), Rosmani (Golkar) dan Salwa Hanum (PA).

KABAR BIREUEN – Eksistensi perempuan dalam kancah perpolitikan di Kabupaten Bireuen, sudah menunjukkan tajinya. Kini, tercatat tiga perempuan tangguh berhasil menjadi wakil rakyat di lembaga dewan setempat.

Dalam sidang paripurna istimewa DPRK Bireuen, Senin (2/9/2019) pagi tadi, ketiga srikandi tersebut ikut diambil sumpah bersama rekan mereka yang berjenis kelamin laki-laki, sebagai anggota dewan Bireuen masa jabatan 2019-2024.

Ketiga politisi perempuan tersebut yaitu Salwa Hanum, S.Pd, Aida Fitria, S.Pd dan Rosmani. Mereka berasal dari partai politik berbeda.

Salwa Hanum dari Partai Aceh (PA). Dia bertarung dan terpilih di Dapil 2 Bireuen (Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka).

Begitu Juga Aida Fitria, dari Dapil 2 Bireuen. Bedanya, wanita asal Gampong Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, ini memakai kendaraan politik Partai Nanggroe Aceh (PNA), untuk mencapai kursi dewan.

Sementara satu lagi, Rosmani, berjuang di Dapil 5 Bireuen (Jeunieb, Peudada dan Peulimbang). Dia terpilih dan bisa menduduki kursi dewan Bireuen melalui Partai Golkar.

Menariknya, saat pengucapan sumpah tadi, mereka kompak memakai jilbab sesuai warna kebanggaan partai masing-masing.

Salwa Hanum memakai jilbab merah (PA). Aida Fitria berjilbab orange (PNA). Demikian juga Rosmani, mengenakan jilbab kuning (Golkar).

Sama dengan rekan-rekan yang laki-laki, mereka juga didampingi keluarga masing-masing. Setelah selesai acara, mereka foto bersama, untuk mengabadikan hari istimewa itu.

Sebenarnya, satu di antara mereka (Salwa Hanum), merupakan wajah lama yang telah menghabiskan masa jabatan satu periode (2014-2019) sebagai anggota DPRK Bireuen. Beruntung, sekarang dia terpilih lagi untuk kedua kalinya.

Dalam pertarungan kali ini, kursi Salwa Hanum sempat ‘digoyang’ Partai Bulan Bintang (PBB). Namun, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), kursi empuk tersebut tak tergoyahkan dan tetap sah milik Salwa Hanum.

Kini, wanita asal Gampong Cot Nga, Kecamatan Peusangan, itu tidak sendiri lagi di tengah-tengah kaum Adam. Setidaknya, sekarang dia sudah ada kawan sejenis. Mereka bertiga bisa menjadi srikandi yang menghiasi wajah dewan baru Bireuen.

Soal kinerja mereka ke depan dan apakah benar-benar dapat berperan sebagai wakil rakyat (khususnya perwakilan perempuan) di parleman nanti, tentu masih terlalu dini untuk menilainya. Mudah-mudahan kehadiran mereka di sana, bukan hanya sebagai pelengkap penderita. (Suryadi)

BAGIKAN