KABAR BIREUEN – Sebanyak delapan Pegawai Kemenag Bireuen Mendapat Anugerah Satya Lencana Satya Karya, dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-72 Kemenag RI di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (3/1/2018).
Penyematan dan penyerahan Satya Lencana secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Dr. H. Muzakar A. Gani, SH, M.Si masing-masing kepada Safwati, S.Pd (Kepala Kepala MIN 11 Bireuen), Nurhayati, S.Ag (Kepala MIN 47 Bireuen), dan Drs. M. Yusuf, M.Pd (Kepala MAN 7 Bireuen).
Pegawai Kemenag yang mendapat Satya Lencana Satya Karya 10 tahun yaitu Drs. Ahmad Fatah (Kepala MTsS Cot Bada), A. Hadi, S.Pd (guru MIN 20 Bireuen), dan Safwan, S.Sos (Kaur TU MAN 7 Bireuen) dan Dailami, S.Pd (Kepala MIN 55 Bireuen), Juwairiah (pensiunan).
Wabup Bireuen, Dr. H. Muzakar A. Gani, SH, M.Si bertindak sebagai Pemimpin Upacara yang didampingi Kakan Kemenag Bireuen, Drs. Zulkifli Idris, M.Pd, menyematkan dan menyerahkan Satya Lencana Satya Karya secara simbolis kepada delapan Pegawai Kementerian Agama Kabupaten Bireuen mendapat anugerah Satya Lencana karya Satya 20 dan 10 tahun dari Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.
Wabup Muzakar A. Gani yang membacakan sambutan tertulis Menteri Agama, RI Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan, Kementerian Agama bertugas sebagai pengawal dasar negara yaitu Pancasila yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama dan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia, sila pertama hingga sila kelima.
Dikatakannya, melihat amat pentingnya tugas itu pada setiap aparatur Kementerian Agama melekat beberapa misi yang saling terkait, antara lain mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas, menebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan serta menjaga kerukunan hidup antar umat beragama.
“Tuntutan publik terhadap kita semakin tinggi, terbuka dan spontan. Diperlukan sikap yang tepat dan cerdas dalam merespon tuntutan masyarakat terhadap Kementerian Agama,” sebutnya.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudddin menegaskan, kita tidak boleh lagi bekerja dengan kacamata kuda yang minim kepedulian terhadap sekitar. Dengarlah aspirasi dari berbagai arah, agar kita dapat mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik.
“Marilah kita latih kepekaan agar lebih memahami persoalan riil di masyarakat, sehingga dapat menentukan prioritas kerja. Dalam bahasa agama, langkah ini dikenal dengan istilah takdimul aham min al muhim. Dahulukan yang terpenting daripada yang penting,” ajak Lukman Hakim Saifuddin.
Menurutnya, kita patut bersyukur berbagai upaya perbaikan telah membuahkan hasil. Memasuki usianya ke-72 Kementerian Agama sukses menorehkan sejumlah prestasi. Dibidang tata kelola mendapat hasil audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan kenaikan indeks penilaian reformasi birokrasi.
Dibidang pelayanan haji, indeks kepuasan jamaah haji terus meningkat. Indeks kerukunan beragama berada dalam angka positif begitu juga pelayanan nikah di KUA, kenaikan pada standar mutu pendidikan agama dan keagamaan di tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi.
Kementerian Agama dinilai sebagai penyumbang PNBP terbesar, pelapor LHKPN terbanyak serta beberapa penghargaan lainnya dari KPK. Hari Amal Bakti ke-72 Kemenag tahun 2018 mengambil tema “Tebarkan Kedamaian” yang berfungsi menyemai kebaikan dan menebar kedamaian.
Di akhir upacara HAB ke-72 tersebut, Wabup Muzakkar didampingi Kakan Kemenag Drs. Zulkifli Idris, M.Pd dan unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat Pemkab Bireuen, melepas “Balon Kedamaian” ke udara. (Abu Iskandar)










