KABAR BIREUEN, Samalanga – Ikatan Mahasiswa Samalanga Simpang Mamplam (IMSAM) Lhokseumawe–Aceh Utara sukses menggelar event spektakuler tahunan “IMSAM Meusyeuhu Fest II 2025” yang berlangsung sejak 12 hingga 17 Agustus 2025 di Stadion Mini T. Hamzah Samalanga.
Ajang tersebut berhasil menyedot antusiasme luar biasa, dengan kehadiran sedikitnya 10.000 pengunjung setiap malamnya.
Mengusung tema “Bersama IMSAM tingkatkan prestasi pelajar, dukung UMKM, dan wujudkan pengabdian nyata”, festival ini menampilkan beragam kegiatan. Mulai dari expo UMKM, bazar gampong, donor darah, kompetisi tingkat pelajar dan gampong, hingga panggung seni dan kreativitas warga.
“Ini kontribusi nyata kami mahasiswa (IMSAM) kepada kampung halaman Samalanga dan Simpang Mamplam, sekaligus wadah menyalurkan kreativitas dan semangat peduli sosial,” ujar Ketua IMSAM, Khaliluddin.
Puncak acara berlangsung meriah dengan atraksi kembang api, penampilan tartan sufi rabbani wahid, serta suguhan seni dari berbagai sanggar ternama. Kehadiran ribuan warga menjadikan suasana semakin semarak.
“Saya salut dan terharu atas keberhasilan adik-adik IMSAM menyelenggarakan event kolosal ini. Bahkan pemerintah kabupaten saja mungkin harus berpikir dua kali untuk bisa menggelar acara sebesar ini,” kata Sekjend IKSM (Ikatan Keluarga Samalanga & Simpang Mamplam), Lailan Fajri Saidina, dalam sambutannya.

Selain menjadi hiburan, IMSAM Meusyeuhu Fest II juga memberi dampak ekonomi positif. Sejumlah pelaku UMKM mengaku meraup keuntungan besar selama berlangsungnya acara.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Acara yang dibuat adik-adik mahasiswa ini benar-benar membawa berkah bagi kami,” ungkap salah seorang pelaku UMKM.
Tak hanya itu, kegiatan donor darah juga mendapat sambutan hangat dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta membuat aksi sosial ini sukses membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah sekitar.
“Donor darah ini menjadi simbol kepedulian kita terhadap sesama. Setetes darah yang diberikan bisa menyelamatkan nyawa,” jelas Ketua Panitia, Ridhaul Tibri.
IMSAM menegaskan, ajang ini bukan sekadar hiburan, melainkan momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan pelaku usaha. Dengan semangat meusyeuhu (bergotong royong), acara ini menghadirkan energi positif bagi semua pihak.
“Melalui IMSAM Meusyeuhu Fest II, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga peduli terhadap masyarakat dan pembangunan daerah,” tutur Sekretaris Panitia, Monicca Anisa Fitri. (Red)










