KABAR BIREUEN – Radiansyah (11) dan Wulan Zaskia (5), dua kakak beradik penderita radang kulit kronis, sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan di RSUD dr Fauziah bireuen, Senin (20/11/2017) sekitar pukul 09.30 WIB.
Mereka dijemput salah seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kutablang, drh. Murdani, bersama Kamila, pekerja sosial (peksos) dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupatan Bireuen di kediaman kedua bocah tersebut, Desa Geulanggang Meunjee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.
Dengan ditemani ibu mereka, Syarimah Hasan (50), kedua bocah itu dibawa ke RSUD dr Fauziah Bireuen dengan menggunakan mobil ambulance Puskesmas Kutablang.
“Sedangkan ayah mereka, Ridwan Dahlan (65), pergi sendiri dengan sepeda motor. Sebab, dia harus singgah dulu untuk mengambil bantuan dana dari Baitul Mal Bireuen. Segala keperluan administrasi untuk itu, telah kami urus sebelumnya,” jelas Murdani kepada Kabar Bireuen yang menghubunginya via telepon seluler.
Menurut pria yang akrab disapa Dani Geulanggang ini, saat dibawa tadi, Radiansyah dan Wulan Zaskia masih dirawat di ruang IGD RSUD dr Fauziah Bireuen. Sebab, dokter spesialis kulit yang menangani kedua bocah tersebut, dr. Malahayati, Sp.KK, sedang mengikuti upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.
“Kalau dokter Malahayati sudah balik ke rumah sakit, mungkin mereka akan dipindahkan ke ruang kulit untuk menjalani rawat inap,” sebut Dani Geulanggang.
Dia mengaku tidak tahu berapa lama mereka dirawat inap di RSUD dr Fauziah. Kalau menurut rencana semula, kedua bocah itu hanya sehari semalam dirawat inap di rumah sakit tersebut. Setelah itu keesokan harinya, mereka langsung dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.
“Tapi, sekarang saya tak tahu juga berapa lamanya nanti dirawat di sini, karena itu sudah wewenang dokter yang menanganinya,” jelas Dani.
Sebagaimana telah diberitakan Kabar Bireuen sebelumnya, Radiansyah dan Wulan Zaskia, sudah menderita radang kulit kronis sejak lahir. Kini, kondisinya semakin parah dan sangat mengibakan.
Mereka tidak bisa tidur, baik malam maupun siang. Sebab, kulit kedua bocah dari keluarga miskin tersebut didera gatal-gatal yang sangat menyiksa. Bahkan, kulit kedua kakak beradik ini sampai terluka parah dan melepuh, persis seperti orang mengalami luka bakar. (Suryadi)









