KABAR BIREUEN – Lima ratusan petani kebun tumpah ruah menghadiri Kheunduri Glee yang digelar di Cot Teuradih, Dusun Mampre, Gampong Sukarame, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Minggu (28/2/2021).

Syukuran tahunan berupa Kheunduri Glee sudah menjadi agenda rutin di gampong pedalaman Kecamatan Makmur ini, bagi setiap warga yang berkebun disana wajib berpartisipasi dalam acara yang dihelat pada tiap akhir bulan Februari.

“Ini sudah menjadi adat gampong, kheunduri Glee diadakan setiap tahun sekali pada akhir bulan Februari,” kata Rusli, Keuchik Sukarame.

Setiap petani secara sukarela membawa seekor ayam dan menu lainnya kelokasi untuk dijadikan lauk kheunduri hari itu.

Sebanyak 312 ekor ayam lebih disembelih pada tahun ini, uniknya proses persiapan semua itupun tidak melibatkan kaum hawa.

“Mulai dari penyembelihan sampai daging ayam matang di masak dikerjakan laki – laki, kaum ibu hanya menunggu hidangan saja,” jelas Rusli.

Tgk Syukri Alamsyah, tokoh agama disana kepada media menjelaskan, Senin (1/3/2021), kheunduri glee yang mengambil tema “Adat Tapeukong, Syariat Beujaya” dimulai dengan membaca Alqur’an surah Yasin, Alwaqiah dan Kahfi oleh santri dayah Darussaadah cabang Mereubo dan dayah Al- Istiqamatuddin Seramoe Aceh, Sukarame.

Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan doa samadiah yang dipimpin Waled Mereubo, H Asnawi Agani dan diikuti seluruh masyarakat yang hadir di sana.

“Ini semua dilakukan dalam bingkai syariat, artinya adat kita lestarikan kembali dan tidak keluar dari jalur Islami,” jelas Tgk Syukri.

Kheunduri yang digelar di kebun sawit Cot Teuradih ini ikut dihadiri anggota DPRK Bireuen Zulkarnaini dari Partai Aceh dan politisi Partai Persatuan Pembangunan, Dr.Athaiillah M.Saleh, MA, juga terlihat Direktur PT.Takabeya, H Mukhlis Amd.

Zulkarnaini dalam sambutannya disela acara ini mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu warisan adat kita yang masih dipertahankan sampai saat ini.

“Kita berharap dengan adanya syukuran seperti ini hasil pertanian bisa terus melimpah,” ucap Zoel Sopan

Disamping itu, Zulkarnaini juga menyikapi berbagai keluhan petani yang disampaikan para tokoh diantaranya menyangkut akses jalan sepanjang 12 kilometer mulai dari Cot Teuradih sampai ke Jambo Tutong di Buket Sudan , Peusangan Siblah Krueng agar segera di perbaiki.

Terkait harapan masyarakat tersebut, Zulkarnaini akan memperjuangkan jalan usaha tani ini bersama Dr.Athaillah yang berada di Badan Anggaran DPRK Bireuen.

“Kita akan memperjuangkan berbagai keinginan yang telah disampaikan, dan ini menjadi catatan kami bersama Athaillah supaya aktifitas petani bisa lancar,” ujar Zoel Sopan dihadapan warga.

Sementara itu, Camat Makmur, Azmi S.Ag yang tampak hadir pada hari itu berharap, dengan adanya acara ini dapat dijadikan ajang silaturahmi antar sesama peladang .

“Saya sangat senang adanya khenduri glee dan berharap kedepan lebih meriah lagi,” harap Azmi.

Pada tahap terakhir, semua yang hadir melakukan makan bersama. Undangan dan masyarakat duduk bersimpuh diatas tikar sementara dihadapan mereka sudah siap piring dari material pelepah pinang alias situk dalam dialek Aceh.

“Sudah menjadi tradisi, makan nasi pada kheunduri glee dengan piring Situk,” ungkap Tgk Syukri.

Suasana keakraban dan kebersamaan serta persatuan antara sesama petani terlihat jelas saat mereka makan secara serentak menikmati daging ayam dialam terbuka.

Nampak keceriaan diwajah pekebun yang keseharian bertahan hidup merambah hutan belantara ini.

Diakhir kheunduri, semua masyarakat petani mengemasi barang dan pulang dengan tertib ke kediaman masing – masing.

“Semoga ini membawa berkah dan rahmat Allah, bukan hanya kepada petani di Sukarame tapi semua orang luar yang berkebun disana,” pungkas Sabri, Ketua Apdesi Kecamatan Makmur.(Faisal Ali)