KABAR BIREUEN – Sebelum direnovasi total Mesjid Besar Peusangan, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pengurus bersama dengan panitia pembangunan mesjid tersebut menetapkan atau meluruskan kembali arah kiblat.
Penetapan kembali arah kiblat Masjid Besar Peusangan dilaksanakan pada Jumat (24/11/2017) yang dibimbing langsung oleh Abu Tumin Blang Bladeh dan Tgk Abdullah Ibrahim atau Abu Tanjong Bungong. Selain itu, juga dihadiri dari unsur Kemenag Aceh.
Abu Tumin Blang Bladeh dalam nasehat singkatnya di hadapan ratusan masyarakat dalam Mesjid Besar Peusangan, menyampaikan, penentuan arah kiblat sangat penting untuk kesempurnaan dalam ibadah.
“Meluruskan arah kiblat ini, sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam. Ini bukan kemauan kelompok manapun, karena menyangkut dengan kesempurnaan dalam kita menjalankan ibadah salat di dalam mesjid ini,” terang Abu Tumin.
Menurut Abu Tumin, arah kiblat Mesjid Besar Peusangan yang telah ditetapkan itu, mulai berlaku pada Salat Jumat hari ini sampai dengan seterusnya.
Sementara Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Besar Peusangan, H. Mukhlis, A.Md kepada Kabar Bireuen di sela-sela acara tersebut menyampaikan, posisi arah kiblat mesjid ini hanya selisih 13,25 derjat dari posisi sebelumnya.
Menurut Mukhlis, sebelum dimulainya renovasi mesjid kebanggaan masyarakat empat kecamatan, yaitu Kecamatan Peusangan, Jangka, Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng, harus dilakukan kajian terhadap arah kiblat, agar posisi mesjid saat direnovasi langsung dapat disesuaikan.
Renovasi Mesjid Besar Peusangan ini, kata dia, akan dimulai peletakan batu pertama pada 3 Desember mendatang.
“Nanti Abu Tumin bersama dengan Bupati Bireuen akan melakukan peletakan batu pertama bersamaan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad,” imbuh pria yang akrab disapa Mukhlis Takabeya.
Penetapan kembali arah kiblat sebelum pelaksanaan Salat Jumat tersebut, selain dihadiri oleh Abu Tumin Blang Bladeh dan Abu Tanjong Bungong, juga tampak Camat Peusangan, Amiruddin, BA, Imum Chiek Mesjid Besar Peusangan, serta sejumlah pengurus dan panitia pembangunan mesjid tersebut. (Rizanur)









