KABAR BIREUEN – Jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah IV Wilayah Batee Iliek sukses memperingati Milad GAM ke-45 di Makam Syuhada Gampong Sukarame, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Sabtu (4/12/2021).
Menurut Zulkarnaini alias Zoel Sopan (Anggota DPRK Bireuen dari Partai Aceh) kepada media, acara milad tersebut dimulai dengan doa bersama kepada para syuhada yang dipimpin Tgk. Syukri, Doa bersama itu diikuti ratusan jamaah, baik dari unsur KPA, keluarga syuhada maupun masyarakat yang berlangsung khidmat.
Setelah itu, dilanjutkan pembacaan amanat tertulis Wali Nanggroe Teungku Malik Mahmud Al-Haythar oleh Zoel Sopan. Dalam amanatnya, dimulai dengan ucapan salam takzim kepada panglima dan kombatan GAM periode 1976 – 2005 dan KPA yang telah memperjuangkan keadilan dan kepentingan rakyat Aceh.
Pada kesempatan ini, wali nanggroe mengajak seluruh rakyat Aceh merenung kembali getirnya sebuah perjuangan yang pernah kita rasakan. Tentunya, sangat banyak suka duka yang pernah dialami. Kemudian, perjuangan bersenjata ini berakhir di meja perundingan, dengan ditantanganinya MOU Helsinki di Finlandia pada 15 Agustus 2005.
Lebih lanjut dikatakannya, kini perjuangan bersenjata sudah beralih ke perjuangan politik melalui partai politik lokal. Namun, masih tersisa dan belum selesai, seperti butir-butir MOU Helsinki dan turunannya Undang- Undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Di samping itu, wali juga menyinggung persoalan bendera yang sampai saat ini belum bisa terealisasi. Akhirnya, wali mengajak seluruh kombatan dan stakeholder untuk bersatu padu dalam menggapai cita-cita yang sangat suci ini.
“Saya merasa bangga dan mengapresiasi yang sangat tinggi kepada panglima dan pejuang Aceh yang sampai saat ini tetap komitmen dengan perjanjian MOU Helsinki dan setia dengan garis perjuangan,” kata Malik Mahmud.
Untuk itu, Malik Mahmud dalam amanatnya itu, meminta pemerintah tetap berkomitmen terhadap kesepakatan bersama MOU Helsinki.
Kemudian, acara milad ini dilanjutkan dengan bimbingan dan arahan oleh Tgk Suryadi. Selanjutnya, penyantunan anak yatim sebanyak 20 orang dan disudahi dengan kenduri bersama.

Setelah itu agenda terakhir, jamaah serta anggota DPRK Bireuen lainnya, Munazir Nurdin, Panglima Daerah IV Ridwan Apeng, Abu Gani dan jajaran KPA serta majlis bersama-sama menziarahi makam syuhada yang telah dipugar oleh Zoel Sopan beberapa minggu sebelum acara milad.
Makam tersebut yaitu, almarhum Anwar Bin Ilyas meninggal 12 Mei 2005, Ismuha Bin Muhammad meninggal 31 Januari 2004, Saifuddin meninggal 2002, Anwar Bin M. Saleh atau Abu Khalifah meninggal 15 Maret 2005 dan Syarifuddin Bin Budiman meninggal 2 Oktober 2017.
Menurut Zoel Sopan, makam syuhada GAM yang dipugar ini bertujuan supaya semua bangsa Aceh tidak melupakan sejarah dan selalu mengenang perjuangan mereka yang telah mempertaruhkan nyawa demi kemaslahatan bersama.
“Alhummaghfirlahu kepada para syuhada. Semoga semua almarhum ditempatkan di syurganya,” ucap Zoel Sopan. (Faisal Ali)











