H. Ruslan M. Daud (HRD), Tenaga Ahli Anggota DPR RI, Wakil Ketua dan Anggota DPRK Bener Meriah menemui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, di ruang kerjanya, Rabu (5/2/2020). (FOTO: FACHRUL RAZI)

KABAR BIREUEN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud, mengatakan, membangun Aceh dari gampong (desa) sangat penting.

Untuk itu, politisi yang akrab disapa HRD ini, mengajak Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, berkunjung ke Aceh, khususnya di Dapil Aceh 2.

HRD menyampaikan hal itu dalam pertemuannya dengan Menteri Abdul Halim Iskandar di Jakarta, Rabu (5/2/2020). Saat itu, dia didampingi Wakil Ketua dan Anggota DPRK Bener Meriah dari Fraksi PKB.

“Alhamdulillah Bapak Menteri Desa Abdul Halim Iskandar menyambut baik ajakan saya. Beliau langsung menetapkan jadwal kunjungannya ke Aceh. Insya Allah pada tanggal 14-15 Maret 2020. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan sukses,” ungkap HRD.

Dia menjelaskan tentang pentingnya menggerakkan pembangunan gampong secara partisipatif, demokratis dan kolektif. Disebutkannya, Dana Desa harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pembangunan gampong dan pemberdayaan masyarakat gampong.

HRD berharap, dengan pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran dan tepat guna, perkembangan status gampong di Aceh akan meningkat, yakni dari gampong sangat tertinggal menjadi gampong berkembang.

Seterusnya, menjadi gampong maju dan mandiri. Tentunya, dengan tidak meninggalkan tradisi dan kearifan lokal.

Lebih lanjut HRD menjelaskan, dalam paradigma gampong membangun, memiliki makna bahwa gampong dapat berperan aktif dalam membangun dirinya.

“Karena itu, pemerintah gampong bersama warga harus bersinergi dalam menentukan arah pembangunan di desa melalui musyawarah,” sebut Bupati Bireuen masa jabatan 2012-2017 ini.

Menurut HRD, membangun gampong ataupun gampong membangun, sama-sama memiliki tujuan akhir yang positif untuk gampong dan masyarakatnya.

Hanya saja, kata dia, pada paradigma gampong membangun, dengan sendirinya diharapkan, agar gampong dapat mengatasi masalahnya lebih aktif dan tepat sasaran. Ini sesuai semangat UU No 6 tahun 2014 tentang Desa. (Suryadi)

BAGIKAN