Kamis, 14 Mei 2026

Derita Radang Kulit Kronis, Dua Bocah Kakak Beradik Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

KABAR BIREUEN – Nasib bocah Radiansyah (11) dan adiknya, Wulan Zaskia (5), sungguh sangat mengiris kalbu. Kedua anak pasangan Ridwan Dahlan (65) – Syarimah Hasan (50) ini, sudah sejak lahir menderita radang kulit kronis.

Berbagai pengobatan telah diusahakan pasangan keluarga miskin warga Desa Geulanggang Meunjee, Kacamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen ini. Namun, upaya pengobatan tersebut, belum juga bisa mengurangi penderitaan kedua buah hati mereka itu.

Bahkan, kini kondisinya semakin parah dan sangat mengibakan. Mereka tidak bisa tidur, baik malam maupun siang. Sebab, kulit kedua bocah tersebut didera gatal-gatal yang sangat menyiksa. Bahkan, kulit kedua kakak beradik ini sampai terluka parah dan melepuh, persis seperti orang mengalami luka bakar.

“Awalnya di tubuh kedua anak saya ini, hanya muncul bentol-bentol merah. Kemudian, lama-lama kulit mereka teluka dan terkelupas,” ungkap Ridwan Dahlan kepada wartawan di rumahnya, Desa Geulanggang Meunjee, Kacamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Selasa (14/11/2017).

Menurut Ridwan, sebelumnya dia sudah pernah membawa Radiansyah dan Wulan berobat pada seorang dokter spesialis kulit di Lhokseumawe. Menurut dokter tersebut, kedua anaknya itu menderita radang kulit.

“Sekarang, tidak ada lagi biaya untuk kami bawa mereka berobat ke rumah sakit. Sebab, saya sudah lima tahun tidak sanggup lagi bekerja, sehingga kami tidak ada penghasilan lagi,” jelas Ridwan.

Sebelumnya, Ridwan bekerja sebagai sopir truk angkutan. Namun, sekarang, dia sudah tidak lagi bekerja selama lima tahun, kondisinya juga mulai sakit-sakitan. Karena itu, dia tidak sanggup lagi membiayai pengobatan kedua anaknya itu.

Selama beberapa tahun terakhir ini, untuk bebutuhan hidup sehari-hari saja, Ridwan tidak sanggup lagi memenuhinya. Dia hanya mengandalkan penghasilan dari istrinya, Syarimah Hasan yang sehari-hari berjualan sayur-sayuran.

“Sekarang hanya istri saya yang ada penghasilan sedikit-sedikit untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Dia kerjanya berjualan sayur-sayuran. Sehari paling dapat dua puluh ribu hingga tiga puluh ribu rupiah. Alhamdulillah, hanya cukup untuk beli beras,” ujar Ridwan dengan raut wajah sedih.

Sementara itu terkait penanganan kedua anaknya itu, ada perkembangannya menggembirakan yang disampaikan drh. Murdani atau lebih dikenal dengan Dani Geulanggang, seorang penggiat sosial di Bireuen. Dia mengungkapkan, dirinya bersama pihak Dinas Sosial Kabupaten Bireuen telah menemui dokter spesialis penyakit kulit, dr. Malahayati, Sp.KK, Jumat (17/11/2017) pagi kemarin.

Berdasarkan keterangan dokter spesialis penyakit kulit tersebut, penyakit yang diderita kedua anak tersebut adalah penyakit genetik. Artinya, itu sejenis penyakit turunan.

“Insya Allah, Senin ini (20/11/2017) mereka akan dirawat RSUD dr Fauziah Bireuen selama sehari. Kemudian pada hari Selasa, akan dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, untuk menjalani pengobatan yang lebih intensif,” sebut Dani Geulanggang di status facebook-nya.

Meski begitu, uluran tangan para dermawan masih sangat dibutuhkan. Terutama, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga miskin itu. Mengingat, kalau nanti kedua bocah itu sudah dibawa ke rumah sakit, tentu kedua orang tua mereka harus ikut serta untuk menjaganya.

Konsekwensinya, tidak ada lagi seorang pun di antara mereka yang bisa mencari nafkah. Dengan begitu, kebutuhan hidup mereka selama mereka berada di rumah sakit, tidak ada lagi yang menanggungnya.

Hal inilah yang menimbulkan persoalan baru lagi. Karena itu, tangan-tangan ringan para dermawan sangat dibutuhkan, untuk membantu saudara kita itu yang sedang mengalami cobaan berat tersebut. Semoga saja, ada di antara kita yang terketuk hatinya. (Suryadi)

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...

BSI Aceh Gelar Media Gathering, Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran...

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Dukung Penguatan Infrastruktur Pelayanan Keagamaan, Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menyerahkan hibah tanah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh yang diperuntukkan...

KABAR POPULER

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Dukung Penguatan Infrastruktur Pelayanan Keagamaan, Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menyerahkan hibah tanah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh yang diperuntukkan...

Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTJ 08 Embarkasi Aceh, Ini Pesan Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Bupati Bireuen, Ir. H Mukhlis, ST, secara resmi melepas keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang...