Tulisan Pemberitahun WC mampet/rusak ditempel dipintu kamar mandi di Ruang perawatan pasien RSUD dr Fauziah Bireuen

KABAR BIREUEN- Usai mengikuti rapat interen, empat anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Partai Aceh mengecek langsung informasi dari keluarga pasien yang mengeluhkan kondisi air di kamar mandi ruang perawatan pasien Rumah Sakit umum dr Fauziah Bireuen, Senin siang (6/1/2020).

Anggota dewan yang terdiri dari Ketua Fraksi, M.Nasir atau Waled, Sekretaris Fraksi, Zulkarnaini atau Zoel Sopan, Suhaimi Hamid atau Abu Suhai dan Taufik Ridha tersebut kemudian mengecek kondisi kamar mandi di ruang rawat penyakit dalam pria dan wanita.

Hal itu juga dibenarkan salah seorang keluarga pasien asal Peusangan Selatan yang menyebutkan, memang air di kamar mandi ruang perawatan tersebut berbau.

Tak hanya itu, ada juga dua WC yang mampet atau rusak.

Mereka juga sempat melihat instalasi air limbah (Ipal) rumah sakit yang baru saja selesai dibangun, namun kabarnya belum berfungsi maksimal.

Dari hasil peninjauan  tersebut, Zoel Sopan didampingi Abu Suhai kepada wartawan menyebutkan, pengecekan tersebut berdasarkan informasi yang diterima pihaknya jika air di kamar mandi ruang perawatan pasien berbau.

Ternyata, setelah di cek dan ditanyakan kepada sejumlah pasien dan keluarganya, air tersebut memang berbau dan ada WC yang rusak juga.

“Ini landasan dari kita untuk mendorong pembentukan pansus rumah sakit untuk memeperbaiki semua persoalan yang terjadi selama ini,” sebut Zoel Sopan.

Ditambahakan Abu Suhai, jika air yang menjadi sumber kehidupan bermasalah, maka semuanya akan bermasalah juga.

Terkait temuan tersebut, Direktur  RSUD dr Fauziah Bireuen dr mukhtar MARS yang dihubungi waratawan  mengetakan, dia sudah meminta Kabid Penunjang, Munawar untuk mengecek hal tersebut.

Dan berdasarkan pengecekan, katanya, memang dalam 2-3 hari ini airnya agak berbau, diduga karena ada kebocoran pipa.

“Kita sudah minta tukang untuk mengeceknya, dimana kebocoran tersebut sehingga menyebabkan air berbau,” sebut Mukhtar.

Ditambahkannya, jika memang nantinya saat perbaikan perlu dibongkar dan mengharuskan pasien dipindahkan ke ruang lain, maka akan dipindahkan.

Mengenai ada WC yang rusak, dia juga telah memerintahkan tukang untuk memperbaikinya.

Sumber air untuk rumah sakit, sebut Mukhtar berasal dari PDAM Krueng Peusangan dan sumur . (Ihkwati)

BAGIKAN