Ahmad Farhan Hamid: Anggaran untuk Pendidikan Dayah Harus Dievaluasi

KABAR BIREUEN – Anggaran untuk pendidikan dayah di Aceh, masih belum seimbang dengan jumlah masyarakat yang belajar di dayah, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota.

Demikian dikemukakan Tim Pengkajian di MPR-RI, Dr. Ahmad Farhan Hamid, M.S kepada Kabar Bireuen, usai menjadi pembicara pada Seminar Anggota MPR RI tentang Pendidikan Dayah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa yang berlangsung di Aula Lama Setdakab Bireuen, Minggu (22/4/2018).

“Pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus mengevaluasi ulang terhadap alokasi anggaran untuk pendidikan dayah. Selama ini, antara jumlah masyarakat yang belajar di dayah dengan anggaran yang disediakan, belum seimbang,” ungkapnya.

Karena itu, politisi kelahiran Samalanga tahun 1953 ini meminta kepada pemerintah di Aceh, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, untuk lebih memihak pembiayaan bidang pendidikan dayah yang bersumber dana pemerintah.

Selain itu, dia juga berharap, pendidikan di Aceh secara umum harus menjadi pendidikan inklusif, bukan pendidikan eksklusif. Sehingga, nanti terjadi pembicaraan yang serius antara dinas pendidikan, dinas pendidikan dayah, ahli-ahli pendidikan, baik yang ada di Aceh maupun luar Aceh.

Menurutnya, Aceh dapat melakukan penguatan pendidikan dayah sendiri. Sebab, di Aceh memiliki dua lembaga keistimewaan, yaitu Dinas Syariat Islam dan Dinas Pendidikan Dayah.

Kedua lembaga ini, kata dia, harus bisa bersinergi untuk memformulasikan penguatan dayah-dayah ke depan dan bagaimana dayah bisa mengalami transformasi positif untuk menerima pengetahuan dan teknologi yang kadang-kadang dianggap bukan ilmu agama.

“Dayah harus masuk lebih dalam untuk tidak membedakan antara ilmu agama dengan ilmu umum, karena itu bukan konsep islam, tetapi konsep sekuler,” papar mantan Ketua DPW PAN Aceh ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 ini di hadapan 300 peserta seminar tentang “Pendidikan Dayah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” yang disponsori H. Muslim Ayub, S.H.,M.M (anggota MPR RI asal Aceh), meminta masyarakat harus memahami arti pentingnya pendidikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dikatakannya, antara pendidikan umum dengan pendidikan dayah harus dapat dikombinasikan. Mengingat, pendidikan dayah di Aceh sangat berperan dalam memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa ini.

“Perlu kita ketahui, pendidikan dayah saat ini mengalami transformasi, dibandingkan dengan pendidikan dayah yang dirintis oleh orang tua kita dahulu, baik pada masa kerajaan maupun setelah Aceh masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas abang kandung Prof. Dr. Ir Ahmad Humam Hamid, MA (Dosen Unsyiah) ini.

Selain Ahmad Farhan Hamid, Tgk H. Muhammad Yusuf A Wahab atau yang akrab Tu Sop, Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Kabupaten Bireuen, juga ikut menjadi pembicara dalam seminar yang berlangsung selam sehari ini.

“Tugas besar kita adalah memperbaiki orang kuat dan memperkuat orang baik. Dasar kebaikan itu adalah Islam,” kata Tu Sop.

Seminar yang diikuti sejumlah kalangan masyarakat tersebut dipandu Drs. H. Ridwan Khalid, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bireuen. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Dimeriahkan Cut Zuhra, Malam Apresiasi Seni HUT ke-27 Bireuen Dipadati Ribuan Warga

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ribuan warga dari berbagai desa dalam 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen memadati seluruh area Pendopo Bireuen, baik di bagian dalam maupun...

Bupati Mukhlis Tutup Rangkaian Perlombaan Semarakkan HUT ke-27 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T secara resmi menutup rangkaian kegiatan perlombaan dalam rangka peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27...

Mahasiswi UNIKI Nuri Mahera Raih Juara I Festival Aneuk Nanggroe 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mahasiswi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Nuri Mahera, berhasil meraih Juara I kategori penyanyi vokal solo pada Festival Aneuk Nanggroe...

BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Aceh melalui SYAFIF Goes to Aceh 2026

0
‎KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh terus berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh....

Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 17 Tim Ikuti Lomba Toet Budee Trieng Piala Bupati

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 17 tim perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Bireuen mengikuti Lomba Toet...

KABAR POPULER

Kalahkan Peusangan 3-1, Samalanga ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Sekira tiga belas ribu penonton memadati Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Jumat sore 9 Oktober 2026, guna...

Bupati Mukhlis Tutup Rangkaian Perlombaan Semarakkan HUT ke-27 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T secara resmi menutup rangkaian kegiatan perlombaan dalam rangka peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27...

Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Cabang Bireuen, Bupati Mukhlis Tekankan Kolaborasi untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan...

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh Dr. dr. Muntadar, Sp.B., Subsp.Ped(K) melantik Ketua dan Pengurus IDI Cabang Bireuen Periode...

Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 17 Tim Ikuti Lomba Toet Budee Trieng Piala Bupati

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 17 tim perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Bireuen mengikuti Lomba Toet...

Dimeriahkan Cut Zuhra, Malam Apresiasi Seni HUT ke-27 Bireuen Dipadati Ribuan Warga

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ribuan warga dari berbagai desa dalam 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen memadati seluruh area Pendopo Bireuen, baik di bagian dalam maupun...