KABAR BIREUEN – Membangun masjid adalah warisan para Nabi bagi umat Islam. Rasulullah SAW membangun masjid Nabawi, masjid Kuba di Madinah, nenek kita Nabi Adam AS membangun masjid Al-Aqsha, masjid tertua di Palestina.
Begitu juga pembangunan Baitullah di Mekkah untuk ummat Islam dan pembangunan masjid oleh para Nabi lainnya, agar dapat diwariskan oleh umat Islam membangun masjid di negerinya masing-masing.
Ulama kharismatik Aceh Utara, Tgk H Mustafa Ahmad yang akrab disapa Abu Paloh Gadeng, menyampaikan hal tersebut dalam tausiahnya pada acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Besar Peusangan dan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di masjid tersebut, Minggu (3/12/2017).
Abu Paloh Gadeng menyarankan kepada panitia pembangunan masjid maupun masyarakat Peusangan, agar pembangunan Masjid Besar Peusangan nantinya dimusyawarahkan dan diberi nama Masjid Ampon Chiek Peusangan, Ulee Balang Peusangan atau Masjid Teungku Chiek Awe Geutah.
Ampon Chiek Peusangan erat hubungan keluarga dengan Ulee Balang Bujang Salim di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Nama almarhum Bujang Salim telah ditabalkan sebagai nama masjid Krueng Geukueh dengan nama Masjid Bujang Salim.
Diingatkan, kita membangunan masjid rumah Allah harus dibangun dengan hati yang ikhlas dan amanah semata-mata mengharapkan ridha dari Allah SWT.
“Demikian pula sumbangan segenap lapisan masyarakat Peusangan Raya dengan hati yang ikhlas adalah sebagai simpanan untuk hari akhirat kelak,” papar ulama asal Peusangan ini.
Abu Paloh Gadeng mengingatkan, jangan sampai kita membangun masjid dengan riya dan takabbur. Sebab, kaum muslimin membantu pembangunan masjid dengan sumbangan harta, tenaga, pikiran dan doa, agar renovasi total pembangunan Masjid Besar Peusangan dapat segera terlaksana sesuai harapan. (Abu Iskandar)











