Rabu, 13 Mei 2026

Wakil Ketua DPRK Bireuen Suhaimi: Pj Gubernur Harus Evaluasi Keberadaan dan Fungsi KPH di Aceh

KABAR BIREUEN– Menyikapi kepungan banjir di Bireuen dan Aceh secara umum selama dua hari hujan, itu menandakan daya tampung hutan terhadap turunnya hujan tidak sesuai.

Dalam artian, kawasan hutan sudah rusak, sehingga semua air hujan yang turun dari langit tidak lagi terserap oleh hutan dan tertumpah semuanya ke sungai dan sungai meluap yang mengakibatkan banjir.

Kerusakan hutan dan berubahnya fungsi hutan menjadi kebun-kebun  sawit ilegal di Bireuen, tidak terlepas dari lemahnya kontrol Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dalam menjaga hutan.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRK Bireuen, Suhaimi Hamid S.Sos kepada Kabar Bireuen, Minggu (212/1/2023)

“Bahkan ada yang  kita dengar, diduga ada oknum KPH yang bermain mata dengan para perambah hutan dan pengusaha sawit ilegal,” ungkapnya.

Karena itu, Suhaimi mengharapkan sudah saatnya pemerintah Aceh mengevaluasi KPH yang ada di Aceh terhadap kinerjanya.

Selain itu  juga mengevaluasi arahan program Pemerintah Aceh melindungi hutan, membiarkan hutan  dan Daerah Aliran Sungai (DAS) rusak,  sama dengan membiarkan kejahatan yang melebihi dari kejahatan kemanusiaan.

“Kita melihat hancurnya hutan dan bencana banjir menjadi- jadi di Aceh, itu buktinya tidak sinkron lagi program Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK)  dengan KPH dalam menjaga hutan. KPH wajib bertanggungjawab terhadap kerusakan hutan dan kerugian masyarakat akibat banjir,” sebut Suhaimi yang aktivis lingkungan itu.

Ditambahakan pria yang akrab disapa Abu Suhai itu, kalau pemerintah fokus dengan peberantasan kemiskinan, maka pemerintah juga harus fokus dalam pengelolaan hutan dan DAS secara berkelanjutan. Karena setiap banjir terjadi maka kemiskinan masyarakat juga meningkat.

Selain itu , dia mendorong Pj Bupati Bireuen harus mendata perkebunan sawit yang sangat banyak ilegal dalam tahun- tahun terakhir ini di Bireuen.

“Bahkan ada juga  oknum PNS di lingkungan Pemerintah Bireuen yang membuka perkebunan sawit dalam kawasan hutan, itu perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pj Bupati Bireuen. Karena dengan rusaknya hutan di Bireuen, maka siap-siaplah Bireuen menjadi daerah termiskin di masa yang akan datang,” jelas Ketua Forum DAS Peusangan itu.

Abu Suhai juga mengimbau masyarakat yang mengetahui oknum pelaku perusakan hutan,  harus menolak bantuan mie instan yang mereka berikan saat banjir.

“Ini ada rasa malu bagi mereka membarter kerusakan hutan dengan sedekah Indomie.Karena para pelaku-pelaku tersebut adalah orang-orang kaya dan terpandang dalam Kabupaten Bireuen yang menjelma jadi orang baik saat bencana terjadi,” pungkas dewan dari PNA itu . (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTJ 08 Embarkasi Aceh, Ini Pesan Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Bupati Bireuen, Ir. H Mukhlis, ST, secara resmi melepas keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang...

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Antisipasi 57 Ribu Warga Kehilangan JKA, Bupati Bireuen Bentuk Satgas Validasi Desil

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemberlakuan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mulai 1 Mei 2026 berdampak pada sekitar...

Tetapkan Tersangka Fitnah Sekda Aceh, Polisi Identifikasi Pihak Lain yang Terlibat

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Unit Penyidik ​​Cyber ​​Polda Aceh telah menetapkan pria berinsial J sebagai tersangka pencemaran nama baik Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh,...

KABAR POPULER

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Tetapkan Tersangka Fitnah Sekda Aceh, Polisi Identifikasi Pihak Lain yang Terlibat

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Unit Penyidik ​​Cyber ​​Polda Aceh telah menetapkan pria berinsial J sebagai tersangka pencemaran nama baik Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh,...

Antisipasi 57 Ribu Warga Kehilangan JKA, Bupati Bireuen Bentuk Satgas Validasi Desil

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemberlakuan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mulai 1 Mei 2026 berdampak pada sekitar...

Adnen Nurdin Harap Pembangunan Infrastruktur di Bireuen Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Anggota DPRK Bireuen Fraksi PKB, Adnen Nurdin, mendorong Pemerintah Kabupaten Bireuen agar pembangunan infrastruktur lebih difokuskan pada kebutuhan nyata masyarakat...