Wakil Ketua DPRK Bireuen Suhaimi: Pj Gubernur Harus Evaluasi Keberadaan dan Fungsi KPH di Aceh

KABAR BIREUEN– Menyikapi kepungan banjir di Bireuen dan Aceh secara umum selama dua hari hujan, itu menandakan daya tampung hutan terhadap turunnya hujan tidak sesuai.

Dalam artian, kawasan hutan sudah rusak, sehingga semua air hujan yang turun dari langit tidak lagi terserap oleh hutan dan tertumpah semuanya ke sungai dan sungai meluap yang mengakibatkan banjir.

Kerusakan hutan dan berubahnya fungsi hutan menjadi kebun-kebun  sawit ilegal di Bireuen, tidak terlepas dari lemahnya kontrol Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dalam menjaga hutan.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRK Bireuen, Suhaimi Hamid S.Sos kepada Kabar Bireuen, Minggu (212/1/2023)

“Bahkan ada yang  kita dengar, diduga ada oknum KPH yang bermain mata dengan para perambah hutan dan pengusaha sawit ilegal,” ungkapnya.

Karena itu, Suhaimi mengharapkan sudah saatnya pemerintah Aceh mengevaluasi KPH yang ada di Aceh terhadap kinerjanya.

Selain itu  juga mengevaluasi arahan program Pemerintah Aceh melindungi hutan, membiarkan hutan  dan Daerah Aliran Sungai (DAS) rusak,  sama dengan membiarkan kejahatan yang melebihi dari kejahatan kemanusiaan.

“Kita melihat hancurnya hutan dan bencana banjir menjadi- jadi di Aceh, itu buktinya tidak sinkron lagi program Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK)  dengan KPH dalam menjaga hutan. KPH wajib bertanggungjawab terhadap kerusakan hutan dan kerugian masyarakat akibat banjir,” sebut Suhaimi yang aktivis lingkungan itu.

Ditambahakan pria yang akrab disapa Abu Suhai itu, kalau pemerintah fokus dengan peberantasan kemiskinan, maka pemerintah juga harus fokus dalam pengelolaan hutan dan DAS secara berkelanjutan. Karena setiap banjir terjadi maka kemiskinan masyarakat juga meningkat.

Selain itu , dia mendorong Pj Bupati Bireuen harus mendata perkebunan sawit yang sangat banyak ilegal dalam tahun- tahun terakhir ini di Bireuen.

“Bahkan ada juga  oknum PNS di lingkungan Pemerintah Bireuen yang membuka perkebunan sawit dalam kawasan hutan, itu perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pj Bupati Bireuen. Karena dengan rusaknya hutan di Bireuen, maka siap-siaplah Bireuen menjadi daerah termiskin di masa yang akan datang,” jelas Ketua Forum DAS Peusangan itu.

Abu Suhai juga mengimbau masyarakat yang mengetahui oknum pelaku perusakan hutan,  harus menolak bantuan mie instan yang mereka berikan saat banjir.

“Ini ada rasa malu bagi mereka membarter kerusakan hutan dengan sedekah Indomie.Karena para pelaku-pelaku tersebut adalah orang-orang kaya dan terpandang dalam Kabupaten Bireuen yang menjelma jadi orang baik saat bencana terjadi,” pungkas dewan dari PNA itu . (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Penolakan Hasil Musyawarah Almuslim X Meluas, Imum Mukim Lamkuta Minta Legalitas Ditinjau Ulang: Yayasan...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Penolakan terhadap hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan terus meluas. Kali ini, Imum Mukim Lamkuta, Kecamatan Jangka, H....

BSI Pecahkan Rekor MURI Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya investasi emas di kalangan...

Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Keuchik Pulo Blang Desak Transparansi Pengelolaan Aset...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Keuchik Pulo Blang, Kecamatan Jangka, Baihaqi, S.Pd., menolak keras hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang menetapkan kepengurusan...

Perkuat Literasi Penghulu, APRI Aceh Gelar Webinar Penulisan Feature Secara Virtual

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar Webinar Penulisan Feature bagi penghulu untuk memperkuat Literasi Kepenghuluan...

Diapresiasi Bupati Mukhlis, KKP dan Pemerintah Aceh Bantu Pembangunan 256 Rumah Perebusan Garam untuk...

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb-Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Pemerintah Aceh atas dukungan bantuan pembangunan 256 unit rumah...

KABAR POPULER

Hak Suara Diabaikan, Keuchik Alue Buya Pasie Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, M. Diah, S.T., secara tegas menolak hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan...

Penolakan Hasil Musyawarah Almuslim X Meluas, Imum Mukim Lamkuta Minta Legalitas Ditinjau Ulang: Yayasan...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Penolakan terhadap hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan terus meluas. Kali ini, Imum Mukim Lamkuta, Kecamatan Jangka, H....

Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Keuchik Pulo Blang Desak Transparansi Pengelolaan Aset...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Keuchik Pulo Blang, Kecamatan Jangka, Baihaqi, S.Pd., menolak keras hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang menetapkan kepengurusan...

Diapresiasi Bupati Mukhlis, KKP dan Pemerintah Aceh Bantu Pembangunan 256 Rumah Perebusan Garam untuk...

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb-Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Pemerintah Aceh atas dukungan bantuan pembangunan 256 unit rumah...

Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Keuchik Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Fatlar Ruhadi, menyatakan menolak hasil Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas...