H. Ruslan M. Daud (HRD)

KABAR BIREUEN – Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud, SE (HRD), mengatakan, PKB mengingatkan, agar RAPBN 2021 harus punya dasar atau pondasi yang kuat untuk menggerakkan kembali ekonomi bangsa.

Hal ini disampaikannya setelah mengikuti Sidang Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2019 – 2020, Senin (15/6/2020).

Sidang paripurna tersebut diikuti 309 anggota. Rinciannya, sebanyak 227 orang mengikuti rapat secara virtual dan 82 orang mengikuti langsung atau hadir secara fisik.

Rapat ini diawali dengan agenda pidato pembukaan masa sidang sebagai pertanda berakhir masa reses. Selanjutnya, penyampaian pandangan Fraksi-Fraksi atas keterangan pemerintah terhadap kerangka ekonomi Makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF)RAPBN tahun anggaran 2021.

Disebutkan HRD, pihaknya (PKB) berharap, agar lembaga terhormat ini dapat mengoptimalkan fungsi anggaran. Sehingga, RAPBN 2021 punya dasar yang kuat dalam menggerakkan ekonomi pada masa dan pasca pandemi Covid-19.

Alasannya, musibah ini telah berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa. Bukan hanya Indonesia, tapi juga dialami sebagian besar negara di dunia.

Menurut HRD, Fraksi PKB mengingatkan, agar defisit anggaran dalam RAPBN 2021 sebesar 3,21 % – 4,17 % dari PDB, harus dikelola dengan cermat dan penuh kehati-hatian.

“Kita harus menghindari agar sumber pembiayaan untuk menutupi defisit, baik dari komponen utang atau non utang, tidak akan membebani kita di masa yang akan datang,” ujar HRD, mengutip pidato Ketua Fraksi PKB, Cucun Ahmad Sjamsurizal.

Intinya, sebut HRD, Fraksi PKB mengingatkan, agar pemerintah punya solusi jangka pendek dan panjang untuk mengatasi masalah defisit APBN.

“Sebab, bila tidak dilakukan dengan strategi yang tepat, pemerintah akan mengalami kesulitan dalam menjalankan APBN tahun depan,” begitu diwanti-wanti HRD. (Suryadi)

 

BAGIKAN