KABAR BIREUEN – Akibat sampah tidak terurus alias berserakan, membuat pemandangan di tempat wisata Krueng Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen terkesan jorok.
Suasana tak elok terlihat di sebelah kanan pintu masuk bagian timur, di tempat yang berbentuk lingkaran seperti kolam bekas dengan ukuran lebih kurang 30 meter itu nampak jelas dipenuhi sampah plastik dan lainnya.
Nazar, salah seorang pengunjung asal Tringgadeng, Kecamatan Makmur, Bireuen saat ditemui media, Sabtu ( 21/4/2018) lalu, merasa heran dengan pengelolaan lokasi wisata ini.
“Kelihatannya tidak ada yang mengurus masalah kebersihan di tempat ini,” ujar Nazar.
Rasa penasaran dengan kondisi ini, Kabar Bireuen menemui beberapa penjual di pinggir Krueng Batee Iliek.
Menurut keterangan mereka, lokasi tersebut tanah milik Ampon yang disewa pengelola sebesar Rp 15 juta pertahun.
“Tanah ini milik Ampon, yang disewakan kepada pengelola Rp. 15 juta pertahun,” sebut M.Jafar.
Terkait tempat berdagang, para penjual membangun sendiri jambo, sedangkan yang disewa hanya lahan saja.
“Kalau hari raya Rp 30 ribu perhari, untuk hari biasa cuma Rp. 30 ribu perminggu,” tambah M.Jafar.
Menyangkut urusan sampah , ternyata penjual mengurus sendiri, tidak diambil petugas kebersihan Kabupaten Bireuen.
“Sampah yang menumpuk itu kami bakar sendiri,” jelas penjual lainnya.
Demi keindahan dan bebas dari sampah, Fauzan , salah seorang pengunjung lainnya berharap pihak Pemkab Bireuen bisa menyediakan truk sampah di kawasan wisata ini.
“Mohon kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Bireuen menyediakan truk sampah di kawasan Batee Iliek, sehingga kawasan wisata nyaman dikunjungi warga,” pungkas Fauzan. (Faisal Ali)











