Minggu, 17 Mei 2026

Omzet Rp 2 Juta Per Hari, Rosmiati 36 Tahun Tekuni Pembuatan Kue Bhoi

KABAR BIREUEN– Rosmiati sudah menekuni usaha pembuatan kuliner Aceh sejak 36 tahun yang lalu. Salah satu usaha andalannya adalah kue bhoi, bolu khas Aceh.

Ditemui di kediamannya di Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, Bireuen, Selasa (12/9/2017), Rosmiati menyebutkan, dalam sehari dia membuat kue bhoi sebanyak 5 ribu buah.

“Kalau bhoi ukuran kecil saya jual Rp 500, sementara bhoi ukuran besar Rp 5 ribu sedangkan jenis bhoi khusus ikan kakap Rp 15 ribu,” katanya.

Dijelaskannya, untuk pembuatan kue bhoi yang bahan baku utamanya terdiri dari tepung, gula dan telur ayam itu, dia mempekerjakan lima orang tenaga kerja, dengan moodal Rp 1 juta per hari.

“Omzet standar yang biasa kita peroleh Rp 2 juta per hari, kalau lebaran bisa meningkat sampai Rp 5 juta. Karena, bhoi saat lebaran banyak dipesan,” ungkapnya.

Bhoi yang diproduksinya itu biasanya dijual sampai ke Samalanga dan Lhokseumawe, Namun, ada juga yang datang langsung ke tempat usahanya, yang berada depan kantor Camat Kuala itu.

Selain membuat bhoi, yang sudah dimulai sejak tahun 1981 itu, Rosmiati juga membuat, dodol, wajik, halua, meusekutan, kekukarah, dan grieng. Dodol yang dibuatnya dijual Rp 300 ribu per talam (nampan).

“Harapan saya, agar pemrintah memperhatikan usaha yang dirintisnya, baik memberikan modal usaha dan membuka pangsa pasar yang lebih luas lagi. Sehingga usahanya makin berkembang dan bisa menambah tenaga kerja, terutama kaum perempuan,” harap Rosmiati.

Kue Boi ini biasa dijadikan seserahan yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita pada acara pernikahan. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, Kue ini beralih fungsi menjadi buah tangan jika berkunjung ke rumah sanak saudara, khitanan maupun kelahiran.

Pada umumnya seluruh permukaan kue bolu bertekstur lembut, dipanggang dengan cetakan khusus sampai tekstur luarnya kering, akan tetapi didalamnya tetap lembut.

Kue Bhoi bisa tahan beberapa bulan. Makanan ini tahan lama dengan perantaraan gula sebagai pengawet. Bentuknya bervariasi,  ada yang menyerupai ikan, bunga, bintang, binatang, dan loyang. Luarnya berwarna kuning. Bila dibelah, terlihat isi dalamnya putih. Meski berbenda bentuk, rasa yang disajikan tetap sama, gurih dan lezat.

Di Aceh, kue ini biasa dimakan dengan segelas kopi atau teh untuk dicelup. Hampir di setiap acara khanduri atau syukuran, kue bhoi disajikan. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Lantik Pengurus Tastafi, Abu Mudi Serukan Penguatan Ahlussunnah wal Jamaah

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (15/5/2026) malam, saat ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Syech Hasanoel...

SSB Bijeh Mata Bireuen Juara Sumbagut, Tim U-10 dan U-12 Raih Tiket ke Tingkat...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, sukses mengharumkan nama Aceh, setelah tim usia...

Saat Regulasi Plastik Jalan Sendiri, Tanpa Ekosistem

0
Oleh: Galuh Rachman Yudhistira Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta Rachmanyudhistira40@gmail.com SETIAP hari, ratusan ribu kantong plastik berakhir di tempat pembuangan sampah. Bukan karena masyarakatnya tidak tahu bahaya plastik....

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

KABAR POPULER

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

SSB Bijeh Mata Bireuen Juara Sumbagut, Tim U-10 dan U-12 Raih Tiket ke Tingkat...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, sukses mengharumkan nama Aceh, setelah tim usia...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Saat Regulasi Plastik Jalan Sendiri, Tanpa Ekosistem

0
Oleh: Galuh Rachman Yudhistira Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta Rachmanyudhistira40@gmail.com SETIAP hari, ratusan ribu kantong plastik berakhir di tempat pembuangan sampah. Bukan karena masyarakatnya tidak tahu bahaya plastik....

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan...