KABAR BIREUEN-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Bireuen, Muammar Kadafi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen segera mengatasi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) agar peternak tidak rugi.
“Terkait ditemukannya penyakit mulut dan kuku menjelang Hari Raya Idul Adha yang berpotensi merugikan peternak Peemkab Bireuen melalui dinas terkait harus mengantisipasi potensi kerugian peternak tersebut. Jangan sampai, hewan ternak menjelang lebaran tidak bisa dijual,” sebut Kadafi, Senin (30/5/2022).
Menurut kadafi menjelang Idul Adha adalah hari yang ditunggu oleh para peternak karena saat itu peternak bisa mendapatkan harga terbaik untuk hewan ternaknya.
“Idul Adha merupakan hari raya bagi seluruh kaum muslimin, dua hari sebelum lebaran seluruh masyarakat membeli daging sapi pada umumnya,” kata Kadafi.
Biasanya keuntungan penjualan saat Idul Adha bisa menutupi kebutuhan peternak beberapa bulan.
“Peternak tentu resah bila hewan ternaknya yang layak untuk kurban tidak berhasil terjual saat itu,” kata dia.
Dalam hal ini pemerintah harus menciptakan suasana nyaman bagi peternak agar suatu saat nanti kita bisa mewujudkan swasembada daging.
Supaya hewan ternak sehat dan tidak dirugikan, kadafi meminta dinas terkait yang menangani peternakan dan kesehatan hewan bekerja cepat dan terukur dalam menentukan skala penyebaran PMK.
“Pemerintah juga harus memikirkan pembagian sertifikat gratis bagi hewan ternak layak kurban sebagai jaminan keamanan untuk peternak dan konsumen,” tutupnya.( REL)









