KABAR BIREUEN – Ketua Fraksi Golkar DPRK Bireuen, H. Fajri Fauzan, menjenguk Zuryani Adam (54), korban pencurian dengan kekerasan (curas), warga Gampong Pulo Pineung Meunasah Dua, Kecamatan Jangka, Bireuen yang sedang dirawat di RSUD dr Fauziah Bireuen, Senin (4/10/2021).

Kepada Kabar Bireuen, Selasa (5/10/2021), Fajri Fauzan menyampaikan, dirinya turut prihatin atas kejadian yang menimpa wanita buruh tani tersebut.

“Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Apalagi korbannya seorang perempuan yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh di sawah milik orang lain,” sebutnya.

Untuk itu, politikus muda yang sudah dua periode duduk di DPRK Bireuen ini, berharap pihak berwenang mengusut tuntas kasus tersebut.

Menurut Fajri Fauzan, Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen, H. Mukhlis, AMd SH meminta kepada seluruh anggota dewan dari Golkar, agar selalu dekat dengan masyarakat.

“Ketua Golkar (H. Mukhlis) meminta anggotanya selalu dekat dengan masyarakat, apalagi yang sangat memerlukan bantuan. Kami diminta selalu di depan dalam merespon masalah sosial kemasyarakatan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Zuryani Adam, buruh tani warga Gampong Pulo Pineung Meunasah Dua, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di rumahnya, Selasa (28/9/2021) sore.

Dari informasi yang diperoleh Kabar Bireuen, saat itu korban baru saja pulang ke rumah, setelah bekerja sebagai buruh tani di sawah milik orang lain.

Kemudian, dia memasak air di dapur kayu yang terletak di luar rumahnya. Sambil menunggu air mendidih, dia membersihkan diri untuk melaksanakan salat magrib.

Namun, saat mau masuk ke dalam rumah dari pintu belakang, tiba-tiba ada yang memukul tengkuknya.

Ibu empat anak itu pun seketika berteriak minta tolong. Selanjutnya, korban tak sadarkan saat ditemukan oleh tetangganya.

Saat kejadian, suaminya, Abdullah (53), sedang berada di meunasah untuk salat magrib berjamaah.

Akibat peristiwa itu, Zuryani mengalami luka memar parah di tulang pipi. Matanya bengkak dan bahunya patah.

Selain itu, korban mengaku kehilangan uang Rp200 ribu. Uang tersebut merupakan upah hasil kerjanya sebagai buruh tani beberapa hari lalu.

Kapolsek Jangka, Iptu M. Tahar, SH, kepada wartawan, Kamis (30/9/2021), membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebutkan, saat kejadian korban sedang sendiri di rumah. Tiba-tiba dia dipukul oleh pencuri dengan kayu di bagian belakang kepalanya. Setelah tekena pukulan tersebut, Zuryani sempat berteriak minta tolong. Setelah itu, korban tak sadarkan diri.

Dikatakan Iptu M Tahar, saat peristiwa pencurian dengan kekerasan tersebut, korban kehilangan uang Rp200 ribu yang disimpan di kantong bajunya.

“Saat ini pelaku masih dicari polisi,” sebut M. Tahar. (Rizanur)