Rabu, 13 Mei 2026

Izin Telah Terbit, UNIKI Buka Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan

KABAR BIREUEN – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen membuka Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Pertunjukan yang bernaung di bawah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Izin Prodi yang ke-11 di UNIKI diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) XIII Aceh, Dr. Ir Rizal Munadi, MM, MT kepada Rektor UNIKI, Prof. Dr. Apridar, SE., M.Si, di Kantor LL Dikti XIII Aceh, Jalan Sukarno Hatta, Banda Aceh, Kamis (26/1/2023).

Saat menerima izin pembukaan prodi baru tersebut, Prof Apridar mengatakan, Aceh yang dahulunya kaya budaya dan seni dengan peradaban yang begitu tinggi, sekarang sudah mulai redup dalam kehidupan masyarakat.

Disebutkan Apridar, kesan yang mengemuka dan dirasakan terhadap masyarakat Aceh sekarang ini, masyarakatnya kering terhadap budaya seni. Sehingga, masyarakat pada umumnya kaku dan kering terhadap seni. Padahal, dari dahulu secara turun temurun masyarakat Aceh begitu baik dan tinggi tingkat karakter budayanya.

“Keperkasaan kalangan pemuda masa lampau, khususnya dalam menampilkan Tari Seudati misalnya yang mampu memerankan rangkaian cerita inspiratif dengan pertunjukan yang begitu dinamis serta tangguh, sekarang ini mulai langka,” ujar Apridar.

Kata Apridar lagi, begitu juga terhadap berbagai hikayat yang diadopsi dari Al-Qur’an dan Hadis, sehingga mampu membangkitkan semangat untuk berjuang, juga sudah mulai hilang dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Dengan semakin hilangnya budaya yang penuh dengan edukasi tersebut, imbuh Rektor UNIKI, membuat budaya asing yang belum tentu sesuai dengan karakter masyarakat Aceh yang islami, mulai menggerogoti pola sikap masyarakat.

“Tingginya intensitas tayangan budaya asing di media sosial misalnya, telah dapat menghilangkan budaya Aceh yang memiliki seni begitu tinggi, serta memiliki nilai-nilai edukasi. Untuk mengembalikan marwah Aceh ke depan, maka sangat diperlukan Pendidikan Seni pertunjukan yang sejalan dengan kondisi masyarakat Aceh yang menerapkan Syariat Islam,” paparnya.

Menurut Apridar, untuk mengurangi pengerogotan nilai-nilai seni yang bersumber dan sejalan dengan ketentuan syariat, maka kehadiran para pendidik di bidang seni pertunjukan sangat diperlukan.

Mantan Rektor Unimal ini mengungkapkan, seni pertunjukan, merupakan sebuah rumpun seni yang berfungsi sebagai sarana ritual, hiburan pribadi, dan presentasi estetis yang mengajarkan bagaimana selayaknya manusia berperilaku sosial.

“Dengan ungkapan budaya dan wahana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan perwujudan norma-norma estetik-artistik yang berkembang sesuai zaman, dan wilayah di mana bentuk seni pertunjukan itu tumbuh dan berkembang,” katanya.

Selain itu, ujar Apridar, seni pertunjukan merupakan cabang seni yang memiliki tiga unsur yakni sutradara, pemain dan penonton yang mulai langka dalam kehidupan masyarakat, sangat perlu ditingkatkan melalui media untuk mengekspresikan rasa dan karsa manusia.

“Semoga ke depan Aceh akan memiliki lumbung seni sebagai cara efektif dalam membangkitkan produktivitas masyarakat,” harap Apridar.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si yang juga anggota Komisi VI DPRA yang membidangi pendidikan, sangat bersyukur atas terbitnya Izin Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan.

Menurutnya, prodi yang masih langka tersebut merupakan jawaban terhadap kondisi masyarakat Aceh yang dipandang pihak luar begitu kaku dalam melakukan berbagai negosiasi.

Untuk meningkatnya tingkat keluwesan masyarakat, kata Ketua DPW PPP Aceh ini, maka sangat diperlukan pelatihan dengan pendidikan yang terstruktur dengan baik.

“Semoga pada tahun 2030 sesuai visi yang telah ditetapkan, menjadikan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia yang professional, unggul, enterpreuner, islami dan memiliki daya saing dapat diwujudkan serta mampu meningkatkan nilai seni secara proporsional,” katanya.

Wakil Bupati Bireuen periode 2002-2007 ini berharap, kehadiran Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, nantinya dapat mendukung terhadap kebutuhan mentor untuk pendidikan vokasi, khususnya bidang seni pertunjukan. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Antisipasi 57 Ribu Warga Kehilangan JKA, Bupati Bireuen Bentuk Satgas Validasi Desil

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemberlakuan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mulai 1 Mei 2026 berdampak pada sekitar...

Tetapkan Tersangka Fitnah Sekda Aceh, Polisi Identifikasi Pihak Lain yang Terlibat

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Unit Penyidik ​​Cyber ​​Polda Aceh telah menetapkan pria berinsial J sebagai tersangka pencemaran nama baik Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh,...

Adnen Nurdin Harap Pembangunan Infrastruktur di Bireuen Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Anggota DPRK Bireuen Fraksi PKB, Adnen Nurdin, mendorong Pemerintah Kabupaten Bireuen agar pembangunan infrastruktur lebih difokuskan pada kebutuhan nyata masyarakat...

KABAR POPULER

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Tetapkan Tersangka Fitnah Sekda Aceh, Polisi Identifikasi Pihak Lain yang Terlibat

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Unit Penyidik ​​Cyber ​​Polda Aceh telah menetapkan pria berinsial J sebagai tersangka pencemaran nama baik Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh,...

Antisipasi 57 Ribu Warga Kehilangan JKA, Bupati Bireuen Bentuk Satgas Validasi Desil

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemberlakuan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mulai 1 Mei 2026 berdampak pada sekitar...

Adnen Nurdin Harap Pembangunan Infrastruktur di Bireuen Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Anggota DPRK Bireuen Fraksi PKB, Adnen Nurdin, mendorong Pemerintah Kabupaten Bireuen agar pembangunan infrastruktur lebih difokuskan pada kebutuhan nyata masyarakat...