KABAR BIREUEN-Puluhan guru Taman Kanak-Kanak di Bireuen mengikuti kegiatan pelatihan Strategi Pengelola Kelas Kreatif Taman Kanak-Kanak tahun 2022.
Pelatihan yang dilaksanakan oleh Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, dibuka secara resmi oleh Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd.,M.Pd, di Wisma Bireuen Jaya, Selasa (15/3/2022).
Kabid Pembinaan GTK Disdikbud setempat, Surya,S.Pd.,M.Pd, falam laporanya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan Strategi Pengelola Kelas Kreatif Taman Kanak-Kanak.
Disebutkan, pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, 15-17 Maret 2022, di Wisma Bireuen Jaya, didanai melalui Dana Doka Kabupaten Bireuen tahun 2022.
Pelatihan ini diikuti 60 orang guru sebagai peserta, berasal dari sejumlah Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swata yang ada di Kabupaten Bireuen.
“Dari jumlah tersebut, peserta dibagi dua kelas, dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya
Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber, yakni Tengku Hartati.S.Pd.,M.Pd. dan Nurlaili.S.Pd.,M.Pd.kedua narasumber tersebut berasal dari FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, jelas Kabid Pembinaan GTK Disdikbud Bireuen ini.
Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, dalam arahannya menyampaikan, guru di Taman Kanak-Kanak harus lebih aktif dan kreatif dalam mengelola kelas.
Disebutkan, pembelajaran dapat terjadi di mana saja, tidak hanya terbelunggu di dalam ruang kelas saja.
Pembelajaran dapat terjadi di lingkungan sekolah, bermain dengan objek-objek kongkrit.
Bermain bagi tingkatan anak usia dini, merupakan dunianya, banyak sekali manfaat yang didapatkan dari kegiatan bermain, salah satunya adalah pengembangan kreativitas anak.
Bermain dalam bentuk apapun, baik dengan alat maupun tanpa alat dapat menunjang ktreativitas anak dalam menciptakan hal-hal yang baru.
Selain itu, baik diawal maupun di akhir pembelajaran, tidak mesti dengan lagu-lagu nasional saja, Muhammad Al Muttaqin berharap, juga dimasukan dengan lagu-lagu daerah, terutama daerah Aceh.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, diharakan kepada peserta, untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini di TK masing-masing,” harap Kadisdikbud Bireuen ini. (Herman Suesilo).









