KABAR BIREUEN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD), mengelar kegiatan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD tingkat Kabupaten Bireuen tahun 2022.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd.,M.Pd, di Aula SKB Disdikbud setempat. Kamis, (24/3/2022).
Dalam sambutannya, Muhammad Al Muttaqin, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan, ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT.
Selain itu, meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik terhadap nilai-nilai ajaran Islam, sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. sekaligus dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kompetensi dan prestasi peserta didik di bidang PAI.
“Atasnama Pemerintah Kabupaten Bireuen, dirinya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan rutin ini, sebagai salah satu upaya melahirkan generasi yang islami dan meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam. Apalagi Bireuen adalah kota santri, ujarnya.
Sebelumnya Kabid Pembinaan SD, Alfian. M.Pd, melaporkan, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk memberikan motivasi kepada peserta didik agar lebih bergairah mempelajari dan mencintai PAI.
Disebutkan, kegiatan PAI ini diselenggarakan sehari penuh, Kamis,(24 Maret 2022), di sejumlah ruangan yang ada di SKB Disdikbud setempat.
Kegiatan ini diikuti 132 Peserta utusan dari 12 K3S (Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dalam wilayah Kabupaten Bireuen.
Ada enam cabang yang diperlombakan pada Pentas PAI ini, yakni Cabang Tilawatil Quran.
Kaligrafi. Azan. Cerdas cermat
Hifzil Quran dan Baca Doa.
Alfian berharap bagi yang menang
jangan sombong bagi yang kalah jangan putus asa dan bersedih teruslah berlatih, kalah dan menang dalam berkompetisi merupakan hal yang biasa terjadi, menerima kekalahan bisa menjadi motivasi dan semangat untuk bangkit kembali.
Seperti pepatah arab mengatakan,
Syubbanul yaum rijalul gadd, (Pemuda hari ini adalah pemimpin besok hari) dan Inna fi yadi syubban amrol ummah, wa fi aqdamihim hayataha, yang artinya, sesungguhnya di tangan dan langkah pemudalah urusan dan hidupnya suatu umat/masyarakat. (Herman Suesilo).









