H. Ruslan M. Daud (HRD) bersama John Wempi Wetipo (Wakil Menteri PUPR) disambut Tgk. H. Sarkawi (Bupati Bener Meriah) di Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Enang- Enang, Bener Meriah, beberapa waktu lalu.

KABAR BIREUEN – Sekretaris DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Irmawan, S.Sos., M.M menyampaikan, partainya akan menjagokan H. Ruslan M. Daud, SE (HRD) sebagai bakal Calon Wakil Gubernur (Wagub) Aceh yang akan mendampingi Ir. Nova Iriansyah, M.T sisa masa jabatan periode 2017 – 2022.

Menurut Irmawan yang juga Ketua DPW PKB Aceh, HRD sudah berpengalaman menjabat di eksekutif sebagai Bupati Bireuen periode 2012-2017 dan beliau sukses membangun Bireuen.

Saat ini, HRD duduk di Komisi V DPR RI periode 2019-2024 dan dipercayakan oleh Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar, untuk menjadi Kapoksi V Fraksi PKB. Dengan duduk di Komisi V, HRD sudah berhasil memperjuangkan sejumlah aspirasi strategis baik di Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Desa PDTT (yang menjadi mitra Komisi V).

Selain program dari mitra kerja Komisi V, HRD juga telah sukses mendorong sejumlah program dan kegiatan dari Kementerian lainnya seperti, Kemnaker, Kementan, Kemenag, Kemendikbud, Kemensos dan seterusnya.

Ketua Umum DPP PKB menilai, HRD sebagai sosok pekerja keras, disiplin, loyal terhadap masyarakat, visioner dan totalitas dalam bekerja. Memiliki jaringan yang bagus dan kuat di tingkat nasional

“Kompetensi yang dimiliki HRD dapat membantu proses percepatan kerja pemerintah dalam pembangunan Aceh,” lanjut politisi Aceh asal Gayo Lues ini.

Lebih lanjut Irmawan menerangkan, HRD juga memiliki hubungan/basis yang besar dan solid di akar rumput, sehingga dapat memperkuat posisi politik pemerintahan dalam kepemimpinannya kelak.

Alasan penting dan krusial lainnya adalah HRD memiliki hubungan yang dekat dengan dunia pesantren terutama dengan ulama-ulama karismatik seperti Abu Tumin, Abu Mudi, Abu Kuta Krueng, Abu Langkawe, Waled Nu dan ulama lainnya.

“Untuk itu, Ketum Muhaimin menilai, HRD adalah paket lengkap dan sosok yang tepat untuk mendampingi Gubernur membangun Aceh ke depan,” terang Irmawan mengutip pernyataan Gus AMI.

Meskipun demikian, Ketum Muhaimin tetap menyerahkan ini kepada masyarakat, ulama dan tokoh Aceh.

Menanggapi hal tersebut, HRD menyatakan, dirinya sebagai prajurit dan kader partai, selalu patuh dan taat terhadap perintah partai.

“Selama itu untuk kepentingan agama, bangsa dan negara, saya siap mengorbankan jiwa raga menjalankan perintah partai,” ungkap HRD.

Meskipun demikian, dengan latar belakangnya sebagai santri dan memiliki hubungan erat dengan dayah, HRD tetap membutuhkan restu dan doa para ulama dalam mengambil keputusan. Ia yakin doa mereka sangat memberkati perjuangannya selama ini. Ia percaya bahwa kesuksesannya hari ini tidak terlepas dari dukungan dan doa para ulama.

Meskipun demikian, HRD juga mengharapkan proses pengisian posisi wakil gubernur jangan sampai membuat kegaduhan politik di Aceh.

“Kita mengharapkan supaya kehadiran Wakil Gubernur akan membawa kemaslahatan untuk Aceh, bukan malah menambah beban,” begitu dipesankan HRD. (Suryadi)