Caleg PNA Tidak Terpilih Tagih Komitmen Kompensasi Elektoral dari Aida Fitria

KABAR BIREUEN – Partai Nanggroe Aceh (PNA) pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2019 membuat aturan internal, berupa kesepakatan kompensasi elektoral bagi calon legislatif (Caleg) tidak terpilih. Namun, kesepakatan tersebut disinyalir belum sepenuhnya direalisasikan oleh Caleg terpilih, Aida Fitria, S.Pd.

Hal itu diungkapkan Wahyudin, Caleg DPRK Bireuen Daerah Pemilihan (Dapil) 2 (Kecamatan Peusangan, Jangka, Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng), kepada Kabar Bireuen, Rabu (1/3/2023).

“Sampai hari ini, saya belum menerima kompensasi dari Aida Fitria sebagaimana komitmen,” ungkap Wahyudin yang meraup 497 suara pada Pemilu 2019.

Ia berharap, Aida segera merealisasikan kesepakatan yang sudah ditandatangani bersama, mengingat dalam kesepakatan itu disebutkan batas waktunya dua tahun.

“Sekarang sisa masa jabatannya sebagai anggota DPRK Bireuen tidak lagi sampai dua tahun, tetapi komitmen dengan kami Caleg tidak terpilih belum direalisasikan. Dan ini sangat berpengaruh buruk terhadap PNA ke depan. Orang tidak mau mencalonkan diri lagi sebagai legislatif melalui PNA karena merasa dibohongi,” ketus Wahyudin.

Menurut Wahyudin, bukan dirinya saja yang belum menerima kompensasi dari Aida. Rekan-rekannya juga mengalami perlakuan yang sama.

“Yang saya tahu, rekan lain (Caleg tidak terpilih dari Dapil 2) juga belum menerima kompensasi, seperti ketentuan yang tercantum dalam surat kesepakatan,” terangnya.

Aida Fitria

Sementara Aida Fitria yang dikonfirmasi Kabar Bireuen melalui pesan WhatsApp, Rabu pagi (1/3/2023), mengaku kompensasi tersebut telah direalisasikannya melalui partai.

“Kami yang terpilih kaleuh meujok bak partai, karna komitment kon ngon kamo, tetapi sama partai (Kami yang terpilih sudah menyerahkan sama partai, karena komitmen bukan dengan kami, tetapi sama partai),” demikian jawaban singkat Aida melalui pesan WhatsApp.

Terkait keterangan Aida Fitria tersebut, Kabar Bireuen belum mendapatkan keterangan dari Pengurus DPW PNA Kabupaten Bireuen.

Berikut isi kesepakatan kompensasi elektoral bagi Caleg PNA tidak terpilih yang diperoleh dari Wahyudin selaku Caleg PNA 2019:

1. Caleg DPRK tidak terpilih yang memiliki suara minimal 250 suara ke bawah, maka Caleg tersebut tidak diberikan kompensasi apapun kecuali sebagai kader PNA yang diberikan sebagai tunjangan hari meugang.

2. Caleg DPRK tidak terpilih yang memiliki 250 s/d 700 suara, maka akan diberikan kompensasi suara oleh Caleg terpilih dengan hitungan Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah) persuara dengan tangguhan pembayaran selama 2 (dua) tahun.

3. Caleg DPRK tidak terpilih yang memiliki 700 suara ke atas, maka Caleg terpilih diwajibkan memberikan Program Pokir Dewan sebanyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) kepada Caleg tidak terpilih selama 5 (lima) tahun atau satu periode menjabat. Dengan ketentuan dana Pokir yang diusul tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan kewajiban kepartaian akan diselesaikan oleh Caleg tidak terpilih yang bersangkutan. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Penolakan Hasil Musyawarah Almuslim X Meluas, Imum Mukim Lamkuta Minta Legalitas Ditinjau Ulang: Yayasan...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Penolakan terhadap hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan terus meluas. Kali ini, Imum Mukim Lamkuta, Kecamatan Jangka, H....

BSI Pecahkan Rekor MURI Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya investasi emas di kalangan...

Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Keuchik Pulo Blang Desak Transparansi Pengelolaan Aset...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Keuchik Pulo Blang, Kecamatan Jangka, Baihaqi, S.Pd., menolak keras hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang menetapkan kepengurusan...

Perkuat Literasi Penghulu, APRI Aceh Gelar Webinar Penulisan Feature Secara Virtual

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar Webinar Penulisan Feature bagi penghulu untuk memperkuat Literasi Kepenghuluan...

Diapresiasi Bupati Mukhlis, KKP dan Pemerintah Aceh Bantu Pembangunan 256 Rumah Perebusan Garam untuk...

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb-Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Pemerintah Aceh atas dukungan bantuan pembangunan 256 unit rumah...

KABAR POPULER

Hak Suara Diabaikan, Keuchik Alue Buya Pasie Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, M. Diah, S.T., secara tegas menolak hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan...

Penolakan Hasil Musyawarah Almuslim X Meluas, Imum Mukim Lamkuta Minta Legalitas Ditinjau Ulang: Yayasan...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Penolakan terhadap hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan terus meluas. Kali ini, Imum Mukim Lamkuta, Kecamatan Jangka, H....

Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Keuchik Pulo Blang Desak Transparansi Pengelolaan Aset...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Keuchik Pulo Blang, Kecamatan Jangka, Baihaqi, S.Pd., menolak keras hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang menetapkan kepengurusan...

Diapresiasi Bupati Mukhlis, KKP dan Pemerintah Aceh Bantu Pembangunan 256 Rumah Perebusan Garam untuk...

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb-Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Pemerintah Aceh atas dukungan bantuan pembangunan 256 unit rumah...

Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Keuchik Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Fatlar Ruhadi, menyatakan menolak hasil Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas...