KABAR BIREUEN-Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen menggelar Workshop Bagi guru kelas jenjang Sekolah Dasar dalam Kabupaten Bireuen.
Workshop Penyusunan Modul Ajar Berdeferensiasi bagi guru kelas SD ini, dibuka secara resmi oleh Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd.,M.Pd, dalam hal ini diwakili Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bireuen, Surya. S.Pd.,M.Pd, di Wisma Bireuen Jaya, Selasa, (22/3/2022).
Panitia pelaksana kegiatan Widyaprada Muda, Abdul Majid, SH,MM, dalam laporanya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan, antara lain bertujuan untuk penyusunan modul ajar yang berpihak pada murid.
Kemudian, melatih para guru untuk dapat mengajar dengan pola beragam karakteristik peserta didik.
Disebutkan, pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, 22-24 Maret 2022, di Wisma Bireuen Jaya.
Kegiatan yang didanai melalui Dana Doka Kabupaten Bireuen tahun 2022 ini, menghadirkan tiga orang pemateri, yakni Ernawati M.Pd, Widyaprada LPMP Aceh, Eliza Rahmi, S.Pd.,M.Pd, Pengawas Aceh Besar dan Ida Elva .S Pd.,M.Pd, guru Sekolah Dasar Negeri 67 Banda Aceh.
Workshop Penyusunan Modul Ajar Berdeferensiasi tahun 2022 ini, diikuti 90 orang guru jenjang Sekolah Dasar Negeri dan Swasta yang ada di Kabupaten Bireuen.
“Dari jumlah tersebut, peserta dibagi tiga kelas, dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Abdul Majid.
Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bireuen, Surya. S.Pd.,M.Pd, dalam inti arahannya, menjelaskan, pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid.
Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama.
Disebutkan, untuk mewujutkan program merdeka belajar perlu diterapkan pola-pola mengajar di kelas yang berbeda.
“Hindari kebiasaan mengajar dengan metode ceramah,” ujar Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bireuen ini.
Surya berharap kepada semua guru yang mengikuti workshop ini, agar dapat mencalonkan diri sebagai guru penggerak angkatan ke 7, yang sudah dibuka oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). (Herman Suesilo).









