KABAR BIREUEN, Bireuen — Suasana haru menyelimuti halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, Senin (3/11/2025), saat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H, memimpin apel terakhirnya sebelum berpindah tugas.
Di hadapan para jaksa dan pegawai, Munawal menyampaikan pesan mendalam tentang pengabdian, pelayanan publik, dan tanggung jawab moral aparat penegak hukum terhadap masyarakat.
Munawal mengingatkan, jaksa bukan hanya aparat negara, melainkan juga bagian dari masyarakat yang wajib memberikan pelayanan terbaik.
“Jaksa adalah pejabat publik yang harus hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan mereka, dan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Jadilah teladan dalam setiap langkah,” ujarnya dengan nada penuh ketulusan.
Dia juga menekankan pentingnya kepekaan sosial di lingkungan kejaksaan. Menurutnya, seorang jaksa harus memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat, agar peran kejaksaan benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Saya berharap seluruh jajaran Kejari Bireuen semakin peduli, responsif, dan berinovasi dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat,” pesannya.

“Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pegawai atas kerja sama dan dedikasinya selama ini. Kita telah berjuang bersama menjadikan Kejari Bireuen lebih baik dan lebih dekat dengan masyarakat,” ungkap Munawal dengan mata berkaca-kaca yang disambut tepuk tangan dan suasana penuh keharuan dari para pegawai.
Usai apel perpisahan itu, Munawal Hadi berpamitan dan langsung berangkat menuju Medan untuk melapor ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Selasa (4/11/2025) besok, ia dijadwalkan dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun.
Apel terakhir tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penuh haru bagi seluruh jajaran Kejari Bireuen. Banyak pegawai tampak tak kuasa menahan air mata saat sang pemimpin yang selama ini mereka hormati berpamitan untuk melanjutkan pengabdiannya di tempat baru.
Salah seorang pegawai yang mengikuti apel itu, mengaku terharu dan bangga pernah bekerja di bawah kepemimpinan Munawal yang penuh kekeluargaan.
“Beliau sosok pimpinan yang tegas, tetapi sangat peduli dengan bawahan. Kami banyak belajar tentang disiplin dan tanggung jawab selama dipimpin Pak Munawak,” ujar seorang pegawai dengan suara bergetar.
Bagi para pegawai Kejari Bireuen, apel tersebut menjadi perpisahan yang sulit dilupakan. Meninggalkan jejak kepemimpinan yang penuh dedikasi, keteladanan, dan kehangatan dari seorang Munawal Hadi.
Selama hampir tiga tahun memimpin Kejari Bireuen, tepatnya dua tahun sembilan bulan, Munawal Hadi memang dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, tegas, namun humanis. Dia berhasil mendorong Kejari Bireuen menjadi satuan kerja (satker) terbaik, baik terkait pelayanan hukum maupun dalam pembenahan internal kelembagaan. (Suryadi)









