Pada kesempatan itu, Andi Yusbiran, mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan ahli gizi di Kabupaten Bireuen yang telah mempercayakan dirinya sebagai ketua DPC Persagi Bireuen yang baru.
Selain itu, pria yang merupakan salah seorang ASN lingkungan Dinkes Pemkab Bireuen itu juga mengharapkan support dari sejawatnya serta bimbingan dari mantan Ketua Persagi sebelumnya demi mengayomi para ahli gizi ke arah yang lebih baik lagi.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada para rekan Ahli Gizi yang tergabung di dalam Persagi Bireuen untuk bersama-sama membangun organisasi ini hingga menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Karena, sebut Andi, dia menyadari, kemajuan suatu organisasi tidak bisa terwujud bila hanya mengandalkan Ketua saja. Karenanya saya mengajak semua unsur Persagi untuk bersinergi.
Andi bertekad, di bawah kepemimpinan nya akan melahirkan langkah-langkah serta metode-metode baru, terutama dalam meningkatkan taraf gizi masyarakat di Bireuen lebih baik, terutama balita.
“Sebab, di daerah kita ini masih terdapat banyak kasus stunting dan sejumlah kasus gizi buruk. Mudah-mudahan kedepannya dengan peran Persagi akan bisa meminimalisir kasus-kasus tersebut,” ungkapnya.
Andi juga menaruh harapan besar agar Pemerintahan Kabupaten Bireuen serta unsur lainnya mensupport serta bersinergi dengan Persagi dan para ahli gizi lebih diperhatikan.
Menurutnya, Persagi adalah ujung tombak dalam meminimalisir bahkan hingga memutus kasus-kasus stunting yang terdapat di Kabupaten Bireuen.
Terkait pelantikan, dirinya menargetkan akan diselenggarakan pasca lebaran atau sekira Juni 2022.
Sementara itu, Ketua DPD Persagi Aceh, Junaidi S.ST.,M.Kes menyebutkan, Muscab merupakan amanah sesuai dengan AD/ART organisasi persatuan ahli gizi Indonesia yang wajib dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.
Junaidi tidak lupa mengucapkan kata selamat, karena pada Muscab di Kabupaten Bireuen kali ini terpilih Andi Yusbiran sebagai ketua DPC Persagi Bireuen periode 2022-2027.
Kepada Ketua DPC baru itu Junaidi berpesan agar Andi Yusbiran bersama jajaran bisa berkolaborasi terutama dengan sesama ahli gizi, dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen, akademisi, para tokoh dan sejumlah organisasi lainnya guna menggerakkan Persagi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan stunting juga kasus-kasus gizi lainnya di masyarakat.
Selain itu lanjutnya, Andi Yusbiran harus bisa mendorong serta mencari peluang bagi anggota Persagi Bireuen dalam meningkatkan Kompetensi, mungkin salah satunya yakni melalui peningkatan SDM dengan melanjutkan studi menurut jenjang masing-masing.
“Umumnya Ahli Gizi di Bireuen adalah lulusan D-III. Karenanya, kepada lulusan tersebut diupayakan bisa melanjutkan ke tingkat S-1, begitu pula halnya bagi para lulusan S-1 agar bisa menempuh pendidikan ke jenjang S-2 melalui program-program beasiswa Pemerintah,” jelasnya.
Ketua DPD Persagi Aceh mengarahkan supaya DPC Kabupaten Bireuen dapat menambah formasi jumlah ahli gizi, karena menurutnya belum semua daerah atau kecamatan dan rumah sakit baik negeri maupun swasta di Bireuen memiliki tenaga gizi yang memadai.
“Mungkin bisa diupayakan pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Nusantara Sehat, BOK, karena itu penting,” harapnya. (REL)










