KABAR BIREUEN-Sebanyak 513 warga Desa Panton Rayeuk Sa, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur terpaksa mengungsi karena mual dan muntah-muntah setelah mencium bau gas. Gas tersebut diduga berasal dari PT Medco E&P Malaka yang lokasinya tak jauh dari desa tersebut.

Atas kejadian tersebut, anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PPP, Drs H. Anwar Idris meminta pihak perusahaan segera menangani bau gas yang membuat ratusan warga mengalami keracunan.

PT Medco diharuskan melakukan pendampingan dalam proses pengobatan dan memberikan konpensasi kepada warga yang terpaksa dievakuasi dari rumah-rumah mereka.

“Perusahaan juga wajib melakukan perbaikan tata kelola,” kata Anwar Idris kepada Kabar Bireuen, Selasa (29/6/2021)

Sebut Anwar Idris, peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di PT Medco E&P Malaka, namun sudah yang kesekian kalinya. Tentu kejadian ini adalah bentuk kelalain dari perusahaan sehingga menyebabkan terjadi kebocoran gas dan menyebabkan kecelakaan terhadap masyarakat.

“Masyarakat sekarang lagi terpuruk dengan adanya pandemi covid-19. Jangan kalian bebani lagi dengan gas beracun ini. Sayangi masyarakat, sayangi lingkungan,” sebutnya.

Sebab itu, lanjutnya, Pemerintah khususnya Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) untuk segera turun tangan mengecek dan mengatasi kejadian bau gas yang membuat masyarakat menjadi korban. Selain itu pemerintah harus tegas menindak atau memberi sangsi kepada pihak perusahaan karena telah lalai dan abai terhadap keselamatan warga.

“Kami juga meminta kepada pihak perusahaan agar bisa bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) supaya tidak menimbulkan dampak terhadap warga sekitar. PT Medco harus mengedepankan kesehatan masyarakat dengan mengkaji dampak positif dan negatifnya dengan mengadakan penelitian ilmiah terkait dampak sumur bor ini terhadap lingkungan,” tegas politikus senior yang menjabat anggota DPR-RI dua periode. (Rizanur)