KABAR BIREUEN, Bireuen – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB sekaligus Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, menyoroti ketimpangan pembangunan di Kabupaten Bireuen, terutama pascabencana hidrometeorologi dan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025 lalu.
Sorotan itu mengemuka dalam kegiatan coffee morning bersama insan pers yang digelar di Meuligoe Residence, Cot Gapu, Bireuen, Kamis (21/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, HRD diwakili Tenaga Ahli, Zulfikar Muhammad, SH, MH.
Dalam kesempatan tersebut, Zulfikar mengungkap hasil penelitian internal PKB yang menemukan masih adanya ketimpangan pembangunan di Kabupaten Bireuen. Sejumlah sektor dinilai belum tersentuh secara maksimal, khususnya berkaitan dengan kondisi masyarakat pascabencana banjir bandang.
Kondisi itu disebut turut memengaruhi kesiapan lahan pertanian masyarakat yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi warga.
Karena itu, PKB mendorong adanya perhatian lebih serius terhadap pemulihan sektor pertanian serta pemerataan pembangunan di wilayah terdampak bencana.
Dalam silaturahmi yang berlangsung santai namun penuh diskusi strategis itu, Zulfikar juga memaparkan sejumlah agenda penting PKB Aceh, termasuk penguatan komunikasi dengan media massa sesuai arahan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Menurutnya, sinergi antara partai politik dan media sangat penting untuk mendorong pembangunan Aceh yang lebih terarah dan berpihak kepada masyarakat.
“PKB ingin membangun komunikasi yang sehat dengan media massa agar berbagai program pembangunan dapat tersampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan serupa akan menjadi agenda rutin PKB di Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik dan membangun kolaborasi dengan media.
Selain itu, PKB Aceh juga tengah melakukan restrukturisasi kepengurusan partai yang dibarengi dengan pelatihan serta penguatan kapasitas anggota legislatif PKB agar memahami sistem penganggaran secara komprehensif dan bekerja sesuai aturan.
Zulfikar menegaskan, kader PKB ke depan tidak hanya dituntut fokus pada program berbasis output atau serapan anggaran semata, tetapi juga harus mampu menghadirkan outcome atau dampak nyata bagi masyarakat.
“PKB ingin setiap program benar-benar memberikan manfaat langsung dan berdampak terhadap kesejahteraan rakyat,” demikian disampaikan Zulfikar Muhammad.
Coffee morning tersebut turut dihadiri Sekretaris DPC PKB Bireuen, Amiruddin M. Daud, Wakil Ketua DPRK Bireuen, Surya Dharma, SH serta Ketua Fraksi PKB DPRK Bireuen, Nanda Riska atau yang akrab disapa Abi Nanda.
Pertemuan itu berlangsung hangat dengan berbagai pembahasan terkait masa depan pembangunan daerah dan penguatan peran media sebagai pilar demokrasi. (Suryadi)












