KABAR BIREUEN, Bireuen– Guna membentuk dan memperkuat karakter peserta didik melalui pengembangan potensi, bakat, serta kreativitas siswa di bidang seni dan sastra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan SMP menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SMP Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari 21-22 Mei 2026, berlangsung di lima lokasi berbeda dalam komplek Disdikbud Bireuen.
Dengan tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya” kegiatan dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr, Muslim, M.Si, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat, Kamis 21 Mei 2026.
Dalam arahannya Muslim mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai panggung yang sportif.
Para peserta FLS3N wajib menjunjung tinggi sportivitas agar kompetisi berjalan jujur, adil, dan berkarakter. Sikap sportif memastikan setiap karya seni yang dinilai murni merupakan hasil kreativitas dan bakat terbaik siswa, bukan karena kecurangan.
Lanjutnya, kalian ikut seleksi di ajang FLS3N jenjang SMP ini secara resmi mewakili almamater sekolah masing-masing untuk bersaing, bukan membawa nama pribadi.
“Untuk itu tunjukan bakat kalian, tunjukan nilai-nilai kreativitas dan kemampuan yang kalian miliki, bahwa kalian mampu menunjukan talenta terbaik yang kalian miliki,” ujarnya
Pada kesempatan itu Muslim juga menekan agar dewan juri harus menilai dengan jujur tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Penilaian dewan juri harus sepenuhnya objektif, transparan, dan berdasarkan kualitas murni penampilan peserta. Integritas juri sangat krusial agar tidak ada intervensi dari pihak manapun.
“Sehingga kompetisi ini benar-benar menjadi ajang adu bakat yang adil, jujur, dan sportif bagi seluruh peserta,” tegas Kepala Disdikbud Bireuen.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Bireuen, Azhari S.Pd.,M.Pd melaporkan, seni merupakan salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter, estetika, dan kehalusan budi pekerti generasi muda.
FLS3N-SMP Tahun 2026 ini diselenggarakan sebagai wadah bagi para siswa untuk menggali potensi, mengekspresikan diri, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan budaya bangsa.

“Sekaligus menyaring talenta terbaik untuk melaju ke tingkat berikutnya,” sebut Azhari.
Adapun tujuan dari pelaksanaan Kegiatan FLS3N Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026 ini yaitu
Memberikan ruang atau wadah bagi peserta didik untuk berkreasi, mengekspresikan diri, dan menampilkan karya yang kreatif serta inovatif sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka di bidang seni dan sastra.
Menemukan, menjaring, dan membina talenta-talenta muda Indonesia sejak dini agar dapat dikembangkan secara optimal, sehingga mampu berprestasi dan berkompetisi dengan baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga kancah global.
Mengembangkan ekspresi seni dan sastra yang selaras dengan norma budi pekerti serta penguatan karakter peserta didik (sejalan dengan nilai-nilai profil pelajar Pancasila), seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab.
Menanamkan dan menumbuhkembangkan etos berkesenian, pola pikir kritis, serta sikap yang sportif dan kompetitif yang sehat dalam diri peserta didik sejak bangku sekolah.
“Dan menanamkan serta membina apresiasi siswa terhadap seni dan sastra, khususnya nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa, guna menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai keberagaman budaya Indonesia,” katanya.
Disebutkan, FLS3N-SMP tingkat Kabupaten Bireuen tahun ini, digelar selama dua hari 21-22 Mei 2026, diikuti 140 peserta utusan dari 28 Sekolah jenjang SMP negeri dan swasta dalam Kabupaten Bireuen.
Ada delapan cabang lomba yang dilombakan pada kegiatan ini seperti Ilustrasi, menyanyi solo, kreatifitas musik tradisional, ansamber campuran, tari kreasi, pantomim, mendongeng dan menulis cerita.
“Juara I dimasing-masing cabang lomba berhak mewakili Kabupaten Bireuen pada ajang yang sama di tingkat provinsi,” jelas Azhari.
Diharapkan FLS3N-SMP ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara, melainkan sebuah investasi strategis jangka panjang pemerintah untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang unggul, berdaya saing, berkarakter, dan tetap berakar pada budaya bangsa.
“Bagi para juara I, II dan III, diberikan hadiah dari panitia berupa piala, piagam dan uang pembinaan dan proses penilaian akan dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional oleh dewan juri yang kompeten di bidangnya masing-masing,” jelas Plt Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Bireuen.(Hermanto)











