KABAR BIREUEN- Toko Sepeda Sentosa di Jalan Andalas milik pasutri WNI Turunan Cina yang sebelumnya baru kembali dari Spanyol dan menjalani karantina mandiri di tokonya selama 14 hari, kembali dibuka sejak Senin (30/3/2020).

Dibukanya kembali toko sepeda tersebut kabarnya karena Gunawan bersama istri dan keluarganya itu menjalani masa karantina mandiri selama 14 hari.

Informasi yang diperoleh Kabar Bireuen dari petugas Puskesmas Kota Juang, senin (30/3/2020), menyebutkan, pasutri itu telah dibebaskan atau selesai menjalani karantina di tokonya dan telah membuka kembali pemasaran sepeda di tokonya.

Sementara itu Plt Kadiskes Bireuen, dr Irwan A Gani kepada wartawan di media center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bireuen di Meuligoe Bireuen, Senin sore (30/3/2020), saat dikorfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, pihaknya akan mengecek kembali kepada petugas di Puskesmas Kota Juang perihal karantina mandiri Pasutri tersebut.

Sebelumnya diberitakan,  sepasang suami isteri WNI keturunan Cina Toko Sentosa di Jalan Andalas Bireuen bernama Gunawan dan isterinya baru pulang dari Spanyol setelah beberapa hari berada di Bireuen dia tidak melapor sendiri, tapi dilapor oleh warga ke Polsek Kota Juang dan Keuchik Bandar Bireuen.

Pihak Polsek Kota Juang bersama Keuchik Bandar Bireuen kemudian meminta pasangan BNI tersebut dikarantina di tokonya selama 14 hari.

Keuchik Bandar Bireuen Adnan Adam yang dikonfirmasi Kabar Bireuen di kantornya di Jalan Bakti, Senin (30/3/2020) mengatakan, di Desa Bandar Bireuen sudah didata terdapat 19 orang yang baru pulang dari luar negeri dan daerah-daerah lain di luar Aceh, telah dikarantina di rumahnya selama 14 hari.

“Masyarakat sangat berharap, agar TKI dan orang-orang yang baru pulang dari luar Aceh diduga terpapar virus corona perlu dikarantina di tempat khusus serta diperiksa kesehatannya untuk memutuskan penyebaran virus corona agar tidak tertular ke masyarakat luas,” sebut Adnan Adam.

Berdasarkan Informasi yang diperoleh dari Jubir gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bireuen, Husaini SH, MM, Senin  sore (30/3/2020), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Bireuen sebanyak 31 orang, dimana 8 diantaranya berada di Kota Juang.

Sumber yang dihimpun  Kabar Bireuen dari masyarakat menyebutkan, ada beberapa hal yang masih terabaikan dari pihak dinas terkait dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terutama pengadaan APD, baju Pelindung Diri, sarung tangan, masker masih sangat minim di RSUD dr Fauziah yang ditunjuk sebagai RS rujukan Covid-19 dan 20 Puskesmas 17 Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen yang sama sekali belum memiliki APD. (H.AR Djuli)

BAGIKAN