Tak Tahan Lagi Hidup Merana dalam Hundar, Korban Bencana di Pante Lhong Mohon Segera Dibangun Huntara

KABAR BIREUEN, Peusangan – Para pengungsi korban banjir dan longsor di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengaku tak sanggup lagi hidup dalam hunian darurat (hundar) yang panas dan tidak layak huni. Mereka memohon agar segera dibangun hunian sementara (huntara) yang lebih layak huni dan manusiawi.

“Hundar yang kami tempati sangat panas. Kami tidak tahan lagi. Jangankan manusia, ayam pun bisa mati kalau tinggal di hundar ini. Begitulah panasnya saat siang hari,” ujar Rahmawati, salah seorang pengungsi di sana, saat acara buka puasa bersama yang dirangkai dengan reses anggota DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), Minggu (1/3/2026) sore.

Rahmawati menuturkan, rumah dan tanah miliknya telah hilang tergerus banjir dan kini berubah menjadi sungai. Ia bersama warga lain berharap, pemerintah segera membangun huntara. Bukan lagi sekadar tenda darurat yang selama ini mereka diami.

BACA JUGA: Diliputi Ketidakpastian, Korban Banjir di Teupin Mane Sepakat Minta Dibangun Huntara

“Kami tidak pernah menolak huntara. Bahkan, sudah mengajukan permohonan melalui keuchik. Tapi diputuskan secara sepihak, sebagai penggantinya diberikan Dana Tunggu Hunian (DTH). Hingga kini saya belum menerima DTH tersebut. Makanya, yang sangat kami butuhkan huntara,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan Nur Afni, penghuni hundar lainnya. Ia menyebut, warga korban banjir tidak pernah ditanya terkait kebutuhan huntara. Langsung saja diputuskan menolak huntara dengan mengatasnamakan keinginan dari korban bencana.

“Semoga kali ini keluhan kami direspons pemerintah agar segera dibangun huntara,” harapnya.

20 KK Masih Bertahan di Hundar

Hundar untuk tempat tinggal korban banjir di Gampong Pante Lhong. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Kunjungan reses anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud atau yang akrab disapa HRD, menjadi ruang bagi warga menyampaikan aspirasi secara langsung. Kegiatan tersebut turut dihadiri aparatur gampong setempat.

Keuchik Pante Lhong, Murizal Haryanto, mengatakan, kunjungan tersebut bukan yang pertama kali sejak bencana melanda.

“Ini kunjungan yang kesekian kalinya. Banyak perhatian diberikan kepada kita pascabencana, dan hari ini Pak HRD membawa 100 kursi untuk perlengkapan desa,” ujarnya.

BACA JUGA: Tetesan Air Mata Kepiluan di Bawah Tenda Darurat Gampong Kapa

Murizal menjelaskan, saat ini terdapat 48 unit rumah darurat atau hundar dan yang ditempati 20 kepala keluarga (KK). Sebagian penyintas banjir yang lain telah kembali ke rumah masing-masing. Ada juga yang masih tinggal di gubuk, menumpang pada keluarga, atau menyewa rumah.

HRD Pertanyakan Klaim Penolakan Huntara

Dalam kesempatan tersebut, HRD menegaskan, kehadirannya untuk menyerap langsung aspirasi warga sebelum disampaikan ke pemerintah pusat. Ia juga mendapt kabar, adanya korban meninggal dunia akibat bencana di Pante Lhong yang hingga kini ahli warisnya belum menerima santunan sebanyak Rp15 juta.

HRD sedang menyerap aspirasi masyarakat konban bencana di Gampong Pante Lhong. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

HRD menekankan, penanganan bencana harus diperlakukan adil di seluruh Aceh, termasuk di Kabupaten Bireuen. Namun, ia menyayangkan tidak adanya pembangunan huntara di daerah tersebut karena pemerintah kabupaten tidak mengusulkannya ke pemerintah pusat.

Ia mengaku heran dengan klaim Pemerintah Kabupaten Bireuen yang menyebut para korban bencana menolak pembangunan huntara. Menurutnya, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

“Ini sungguh mengherankan, huntara yang lebih layak huni tidak diterima, sedangkan hundar yang sangat tidak layak huni diterima. Ini sebenarnya Bupati Bireuen atau korban bencana yang tidak mau menerima huntara?” tanya HRD tak habis pikir.

BACA JUGA: Terbukti DTH Bukan Solusi Pengganti Huntara, Warga Balee Panah Terpaksa Jalani Puasa di Tenda Pengungsian

Ia menambahkan, hundar yang saat ini ditempati warga pun bukan dibangun oleh pemerintah, melainkan oleh lembaga non-pemerintah. Kondisinya dinilai jauh dari kata layak untuk dihuni dalam jangka waktu lama.

“Betapa zalimnya pemimpin yang tidak berperikemanusiaan dan membiarkan korban bencana teraniaya begini. Sudah ditimpa bencana alam, sekarang para korban tambah teraniaya lagi oleh kebijakan pemimpin yang zalim,” ujarnya dengan nada tinggi.

HRD sedang menyantuni anak yatim korban bencana. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Padahal, menurutnya, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR telah memutuskan agar korban bencana di seluruh Indonesia tidak lagi tinggal di tenda pengungsian saat Idul Fitri.

“Kalau huntara bisa dibangun dalam waktu dekat, insyaallah lebaran nanti sudah bisa ditempati dan tidak perlu berhari raya di hundar ini,” katanya.

BACA JUGA: Bukan Menolak, Warga Balee Panah Tegaskan Sangat Butuh Huntara

HRD menjelaskan, pembangunan huntara bisa dilakukan secara insitu bagi korban yang masih memiliki lahan sendiri dengan anggaran sekitar Rp30 juta per unit. Sementara bagi yang kehilangan rumah sekaligus lahan, dapat dibangun huntara komunal di atas tanah milik pemerintah gampong atau kabupaten.

Meski dinilai sudah terlambat, ia menegaskan, pembangunan huntara masih bisa diajukan ke pemerintah pusat, asalkan ada usulan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bireuen. Ia berjanji, akan mengawal dan mempercepat realisasinya melalui mitra kerjanya di Komisi V DPR RI, Kementerian PU, yang membangun huntara. Kalau huntap, itu nanti yang bangun pihak BNPB serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

“Kita lihat saja, apakah Pemkab Bireuen menyahuti keinginan korban bencana di Pante Lhong untuk dibangun huntara atau membiarkan terus mereka hidup merana di hundar ini yang sangat tidak layak huni,” ujar Bupati Bireuen periode 2012-2017 ini.

Kini, harapan warga Pante Lhong tidak muluk-muluk. Mereka hanya mohon tidak lagi dibiarkan nanti berlebaran di bawah terpal biru yang panas dan pengap, melainkan di huntara yang layak huni dan lebih manusiawi. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Jembatan Darurat Kubang Itam Rampung Dikerjakan, Akses Warga Kembali Terhubung

0
KABAR BIREUEN, Juli — Akses transportasi warga Dusun Kubang Itam, Desa Balee Panah–Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kembali terhubung setelah jembatan darurat...

Pastikan Kesiapan Hadapi Akreditasi, BPMI UNIKI Audit Mutu Internal FAPERTA

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkuat kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi melalui pelaksanaan Audit...

Rangka Billboard Depan RS Jeumpa Hospital yang Tertabrak Truk Kontainer Sudah Dibongkar

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Rangka billboard di jalan Nasional depan RS Jeumpa Hospital Bireuen yang tertabrak truk kontainer beberapa hari lalu sudah dibongkar. Amatan Kabar...

Taklukkan Simpang Mamplam, Kota Juang Pastikan Satu Tiket ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang tim pertama yang melaju ke babak semifinal Piala Bupati Bireuen 2026, setelah berhasil menaklukkan...

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator kinerja keuangan hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut tercermin dari...

KABAR POPULER

Diikuti 17 Grup, Festival Meurukon HUT ke-27 Bireuen Perebutkan Anugerah Bupati

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Memeriahkan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan...

Kalahkan Kuala, Peusangan Tim Terakhir Lolos ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN,Bireuen- Tim Kecamatan Peusangan menjadi tim terakhir yang lolos ke perempat final setelah mengalahkan Kecamatan Kuala dengan skor tipis 1-0, di ajang Kejuaraan...

Taklukkan Simpang Mamplam, Kota Juang Pastikan Satu Tiket ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang tim pertama yang melaju ke babak semifinal Piala Bupati Bireuen 2026, setelah berhasil menaklukkan...

Semarak HUT ke-27 Bireuen, Festival Literasi Jadi Momentum Bangun SDM Berkualitas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten Bireuen menjadikan Festival Literasi Daerah 2026 sebagai momentum memperkuat budaya membaca sekaligus membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas...

Pameran UMKM dan Kuliner HUT Ke-27 Kabupaten Bireuen, Stand Kecamatan Pandrah Disesaki Pengunjung

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Stand UMKM Kecamatan Pandrah yang menjual aneka kuliner (kue) khas Aceh di arena Pameran UMKM Kecamatan dan Kuliner dalam rangka...