KABAR BIREUEN, Bireuen– Taman Iskandar Muda pusat dan cabang dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H melaksanakan kurban di beberapa daerah termasuk di Aceh, khususnya di berbagai wilayah yang terdampak banjir pada November 2025.
Pelaksanaan kurban di empat kabupaten di Aceh, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya dan Bireuen, mulai Kamis (28/5/2026) sampai Sabtu (30/5/2026).
Kordinator Kerja Sama Antar Lembaga, Halim Thomas, yang merupakan putra Bireuen, Minggu (31/5/2026) kepada Kabar Bireuen menyebutkan, sesuai dengan komitmen yang pernah dia ucapkan, Taman Iskandar Muda Jakarta sampai saat ini masih tetap menjalankan kegiatan sosial di berbagai wilayah di Aceh yang terdampak musibah banjir.
“Sebelumnya,Taman Iskandar Muda Jakarta telah menyalurkan bantuan dari awal bencana sampai saat ini. Dan kali ini berkaitan dengan lebaran Idul Adha, Taman Iskandar Muda Jakarta berbagi kebahagiaan bersama para pengungsi melalui kurban,” sebut Halim.

Dikatakannya, semua ini adalah sesuai dengan arahan Ketua Umum Taman Iskandar Muda, Ir. H. Muslim Armas.
Pada kesempatan ini, dia menyampaikan ucapan terima Kasih kepada para penyumbang hewan kurban.
“Berkat kebaikan dan keiklasan, kebagiaan Idul Adha dapat dirasakan saudara-saudara kita yang membutuhkannya,” ujar Ketua Alumni91 SMPN 1 Bireuen.
Halim juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan Taman Iskandar Muda di berbagai wilayah Aceh yang masih tetap semangat bekerja.

“Semoga semua ini akan mendapat balasan dengan kebaikkan yang berlipat ganda,” katanya.
Pelaksanaan kurban di Aceh Tamiang, dikoordinir Sri Wulan Sukma Sari , SH. MH Aceh Utara dikoordinir Al- Habib Ali bin Hasan Al-Attas dan untuk Pidie Jaya dan Bireuen dikoordinir Rudi Permana.
Rudi permana selaku koordinator relawan Taman Iskandar Muda wilayah Bireuen , mengajak semua untuk meningkatkan rasa kepedulian dan membantu para korban banjir di Bireuen untuk bangkit kembali dan hidup yang lebih baik lagi.
“Relawan Taman Iskandar Muda wilayah Bireuen tetap bekerja biarpun di hari Raya Idul Adha dalam mendistribusikan daging kurban di tempat- tempat pengungsian di Bireuen. Walaupun jarak jauh dan jalan masih belum sepenuhnya normal,” jelas Rudi. (Ihkwati)









