KABAR BIREUEN, Bireuen – Mantan anggota DPRK Bireuen Fraksi Partai Aceh, Dahlan ZA, menyarankan Bupati Bireuen mengalokasikan anggaran yang maksimal untuk merampungkan pembangunan gedung kantor DPRK Bireuen.
“Bupati dan Dewan harus mengupayakan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan gedung kantor DPRK agar dana puluhan miliar yang sudah digelontorkan tidak mubazir,” kata Dahlan kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Abu Dahlan –sapaan akrab Dahlan ZA– mengungkapkan, pembangunan gedung yang berlokasi di Jalan Banda Aceh – Medan, Desa Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang itu dimulai tahun 2015 lalu.
“Tahap pertama pembangunan gedung dapat bantuan dari Pemerintah Aceh sebesar Rp20 miliar. Setelah itu tidak ada lagi bantuan dari Pemerintah Aceh, sehingga gedung itu terancam mangkrak. Kalau mangkrak sangat kita sayangkan uang rakyat puluhan miliar mubazir,” ucap Abu Dahlan.
BACA JUGA: Mulai Tahun Ini, Dilanjutkan Pembangunan Kantor Dinas PUPR dan Gedung DPRK Bireuen
Ia menyarankan, pihak legislatif untuk mencari solusi bersama dengan Bupati Mukhlis, bagaimana menyelesaikan bangunan itu tidak sampai mangkrak.
“Ini harus ada kesepahaman bersama antara eksekutif dan legislatif. Pemkab Bireuen harus proaktif melobi bantuan khusus dari Pemerintah Aceh,” sebut mantan Bendahara DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen ini.

Pada kesempatan itu, politikus Partai Aceh ini juga berpendapat, gedung kantor DPRK Bireuen di Jalan Laksamana Malahayati sudah tidak layak lagi, apalagi lokasi parkir sempit dan kawasan pendidikan.
“Kalau ada aksi demonstrasi ke gedung DPRK, akan terganggu suasana belajar anak-anak sekolah,” katanya.
Menurutnya, gedung itu ditinjau dari aspek keselamatan sangat tidak memenuhi syarat.
“Gedung yang sekarang tidak memenuhi standar keselamatan, karena jalur evakuasinya belum ada. Ini harus menjadi pertimbangan dan perhatian serius. Bagaimana kalau sedang berlangsung Paripurna di lantai tiga tiba-tiba terjadi gempa, pasti timbul kepanikan semua. Hal ini sangat tidak diharapkan, tetapi resikonya wajib diperhitungkan,” ujar Dahlan mengingatkan.
Jika pembangunan gedung itu tidak segera dilanjutkan, lanjut mantan Ketua Komisi D DPRK Bireuen ini, dikhawatirkan kualitas kontruksi diragukan.
“Informasi yang saya dapat, banyak besi-besi tiang sudah hilang. Ini kan sudah menimbulkan kerugian keuangan negara. Sampai kapan kita membiarkan bangunan itu harus mangkrak,” pungkas Abu Dahlan. (Rizanur)










