KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Student Global Preneur Academy yang berlangsung di Kampus PSDKU UNIKI Lhokseumawe, Senin (15/6/2026).
Program ini menjadi wadah pembelajaran yang mengintegrasikan literasi keimigrasian dengan pengembangan kewirausahaan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami peluang usaha di era global, tetapi juga memiliki wawasan mengenai berbagai aspek keimigrasian yang relevan dengan mobilitas dan perkembangan dunia kerja internasional.
Wakil Rektor I UNIKI, Dr. Mai Simahatie, S.E., M.M., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui penguatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka integrasi literasi keimigrasian dan kewirausahaan bagi mahasiswa, khususnya di Kampus PSDKU UNIKI Lhokseumawe,” ujarnya.
Menurutnya, Student Global Preneur Academy dirancang untuk memberikan wawasan sekaligus pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai pentingnya pemahaman keimigrasian dan pengembangan jiwa kewirausahaan.
BACA JUGA: Furnama Sari Harumkan Nama UNIKI, Raih Juara II Duta Muda CBP Rupiah Aceh 2026
Melalui program tersebut, UNIKI juga menjalankan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Mai Simahatie berharap, kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki semangat berwirausaha yang inovatif.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi generasi muda dalam membangun usaha di tengah perkembangan dunia yang semakin dinamis,” katanya.
Ia menjelaskan, peserta kegiatan berasal dari berbagai program studi di lingkungan UNIKI, mulai dari Program Magister Manajemen, Program Studi Pendidikan Jasmani, Program Studi Seni Pertunjukan, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, Program Studi Hukum, hingga Fakultas Komputer dan Multimedia.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa lintas disiplin ilmu menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program tersebut.
BACA JUGA: Transformasi Digital Kampus, UNIKI Evaluasi dan Tingkatkan Kinerja Operator
“Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi menjadi kekuatan tersendiri dalam kegiatan ini. Kolaborasi multidisiplin akan melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa peserta mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai Student Global Preneur Academy tidak hanya menambah wawasan mengenai kewirausahaan dan literasi keimigrasian, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik.
“Kami sangat bangga dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. Selain menambah wawasan tentang kewirausahaan dan literasi keimigrasian, kami juga dapat berkolaborasi dengan mahasiswa-mahasiswa dari PSDKU Lhokseumawe. Pengalaman ini tentu sangat berharga bagi kami,” tuturnya.
Kegiatan yang dihadiri dosen dan mahasiswa PSDKU Lhokseumawe tersebut berlangsung interaktif. Para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi dan pembelajaran secara aktif sebagai upaya memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring kolaborasi di lingkungan akademik. (Red)










