Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. H. Saifuddin Muhammad atau yang akrab disapa Yah Fud, di Aula Kantor Camat Peudada, Jumat (12/6/2026) sore.

Reses II Tahun 2026 Dapil III Kabupaten Bireuen yang berlangsung usai salat asar hingga pukul 18.00 WIB itu dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, imum mukim, penyandang disabilitas, serta perwakilan pengurus PAC Partai NasDem dari Kecamatan Peudada, Peulimbang, dan Jeunieb.

Dalam suasana dialog yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan pembangunan yang membutuhkan perhatian Pemerintah Aceh dan DPRA.

Salah satu tokoh masyarakat Peudada, H. Masrur H. Saifuddin, menyambut baik pelaksanaan reses yang dilakukan langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk menyampaikan kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang terdampak bencana.

Ia menyoroti kerusakan parah pada Irigasi Aneuk Gajah Rhet serta Daerah Irigasi (DI) Beurandang Hagu di Gampong Lawang-Hagu yang hancur akibat banjir bandang dan longsor.

BACA JUGA: NasDem Peduli Pendidikan, Yah Fud Salurkan Bantuan ke MIN 23 Bireuen

“Kerusakan irigasi ini sangat berdampak terhadap sektor pertanian. Sudah sekitar empat tahun masyarakat Peudada tidak dapat turun ke sawah untuk menanam padi karena jaringan irigasi rusak akibat bencana yang berulang,” ujar Masrur.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Aceh dan DPRA karena berpengaruh langsung terhadap upaya mempertahankan produksi pangan di Kabupaten Bireuen.

Selain perbaikan irigasi, masyarakat juga mengusulkan normalisasi Krueng Peudada secara permanen. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan daerah aliran sungai (DAS) yang kerap dilanda banjir dan longsor setiap musim hujan.

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga, Yah Fud menegaskan, reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota legislatif untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.

“Melalui pertemuan seperti ini, kita dapat mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan kami perjuangkan sesuai kewenangan DPRA dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan,” katanya.

BACA JUGA: Reses di Bireuen, Yah Fud Komit Bina Generasi Pesepak Bola Muda

Politikus Partai NasDem itu mengaku senang dapat bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat Peudada. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menghimpun berbagai usulan pembangunan yang nantinya akan diperjuangkan di tingkat Pemerintah Aceh.

Yah Fud menyebutkan, sejumlah sektor yang menjadi perhatian, di antaranya pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur publik yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Khusus untuk pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rhet, Yah Fud menyampaikan, pihaknya telah berupaya mengalokasikan anggaran guna mendukung kelanjutan pembangunan infrastruktur tersebut. Selain itu, ia juga mendorong pembangunan jalan usaha tani, jalan alternatif lintas Kecamatan Peudada, serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat lainnya.

“Pemerataan pembangunan di Kabupaten Bireuen harus terus didorong melalui berbagai sumber anggaran yang tersedia dalam APBA, baik anggaran murni maupun perubahan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat mendapatkan manfaat pembangunan secara merata,” ujarnya.

Melalui reses tersebut, Yah Fud berharap hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin erat, sekaligus menjadi wadah efektif untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan guna mempercepat kemajuan wilayah, terutama di kawasan pedesaan dan daerah yang masih tertinggal di Kecamatan Peudada, Peulimbang, Jeunieb, dan sekitarnya. (Red) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kalahkan Kecamatan Pandrah, Tim Kota Juang ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan memastikan diri lolos ke babak 8 besar (perempat final) pada...

Siapkan Akuntan Kompeten, FEB UNIKI Jalin Kerja Sama dengan IAI Wilayah Aceh dan FEB...

0
KABAR BIREUEN, Aceh Utara — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkuat upaya peningkatan kompetensi mahasiswa akuntansi melalui kerja sama...

Tim Surveior LARS DPH Akreditasi RSUD dr Fauziah, Wabup Bireuen: Pemkab Komit Dukung Peningkatan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Tim Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DPH) melaksanakan survey akreditasi di UPTD RSUD dr. Fauziah Bireuen, Selasa (29/9/2026). Kedatangan...

Fraksi Golkar Pertanyakan Alasan Penurunan Target PAD di Raqan Perubahan APBK Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Fraksi Partai Golkar DPRK Bireuen mempertanyakan alasan Pemkab Bireuen menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sumber pajak daerah maupun...

Kuliah Umum Penjas FKIP UNIKI, Bekali Mahasiswa Kompetensi Pedagogik Sebelum Terjun ke Sekolah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), dibekali pemahaman tentang...

KABAR POPULER

Wabup Bireuen Sampaikan Raqan APBK-P Tahun 2026, Pendapatan Bertambah Jadi Rp1,85 Triliun

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen menggelar Pembukaan Rapat Paripurna I Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 dalam rangka penyampaian dan pembahasan...

Fraksi Golkar Pertanyakan Alasan Penurunan Target PAD di Raqan Perubahan APBK Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Fraksi Partai Golkar DPRK Bireuen mempertanyakan alasan Pemkab Bireuen menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sumber pajak daerah maupun...

Pemkab Bireuen Beri Penghargaan SAKIP dan Apresiasi Pembangunan ZI 2026, Ini Penerimanya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memberikan penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Apresiasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) tahun 2026...

Piala Bupati Bireuen, Tim Kecamatan Kuala Menang 2-0 atas Kecamatan Peusangan Siblah Krueng

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Sepak Bola Kecamatan Kuala meraih kemenangan 2-0 atas Kecamatan Peusangan Siblah Krueng pada laga perdana Kejuaraan Sepak Bola Antar...

Pemkab Bireuen Alokasikan Rp13,6 Miliar untuk Gaji PPPK Paruh Waktu, akan Terima Rp300 Ribu...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mengalokasikan anggaran Rp13,6 miliar untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) dalam APBK-Perubahan...