Terbukti DTH Bukan Solusi Pengganti Huntara, Warga Balee Panah Terpaksa Jalani Puasa di Tenda Pengungsian

KABAR BIREUE,N Juli – Dana Tunggu Hunian (DTH) yang diharapkan menjadi solusi sementara bagi korban banjir dan longsor di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, ternyata belum mampu menggantikan peran hunian sementara (huntara). Meski telah menerima bantuan tersebut, puluhan kepala keluarga (KK) hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian dan terpaksa menjalani ibadah puasa Ramadhan dalam kondisi serba terbatas.

Ironisnya, kondisi tersebut terjadi saat Kabupaten Bireuen telah lama berstatus masa transisi dari tanggap darurat. Dengan perubahan status tersebut dan telah disalurkannya DTH kepada korban, warga seharusnya tidak boleh lagi tinggal di tenda darurat.

Namun, realitas di lapangan sebagian masih tetap bertahan di tenda pengungsian. Bagi mereka, tak ada pilihan lain dan tidak tahu harus tinggal di mana, selain di tenda pengungsian. Sebab, pemerintah setempat tega tidak mengusulkan pembangunan huntara sebagai tempat tinggal sementara yang lebih layak dan manusiawi ketimbang tenda darurat. Malah, Pemkab Bireuen lebih mengandalkan DTH sebagai solusi pengganti huntara.

BACA JUGA: Korban Banjir Terancam Jalani Puasa di Tenda, Fraksi PAS-Demokrat-PAN DPRK Bireuen Nilai Kebijakan Tanpa Huntara Kekeliruan Fatal

Salah seorang pengungsi di Balee Panah, Marzuki, mengaku telah menerima DTH sebesar Rp600 ribu per bulan per KK untuk tiga bulan, total Rp1,8 juta. Meski demikian, bantuan tersebut tidak mencukupi untuk menyewa rumah sebagai pengganti huntara.

“Di Balee Panah tidak ada rumah sewa. Banyak rumah sudah hanyut diterjang banjir. Rumah keluarga juga tidak ada untuk menumpang, karena kami semua senasib. Jangankan rumah, tanah pertapakan rumah juga sudah menjadi sungai,” ungkap Marzuki kepada Kabar Bireuen di tenda pengungsian tersebut, Rabu (18/2/2026) petang.

Tenda pengungsi korban bencana di Balee Panah. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Menurutnya, bagi warga yang kehilangan rumah beserta tanah, DTH tidak menyelesaikan persoalan hunian. Apalagi, bantuan tersebut diberikan bukan atas kemauan sendiri dan terkesan lebih diarahkan untuk memilih DTH.

“Kalau pun bisa menyewa rumah, sampai kapan kami harus menyewa? Saat nanti dibangun hunian tetap (huntap), kami yang tidak punya lahan mau dibangun di mana? Tanah harus disediakan sendiri, sedangkan kami tidak punya uang untuk membelinya,” katanya.

BACA JUGA:  Bukan Menolak, Warga Balee Panah Tegaskan Sangat Butuh Huntara

Marzuki dan keluarganya telah hampir tiga bulan tinggal di bawah tenda darurat. Ia menggambarkan kondisi tersebut sangat tidak nyaman, terutama saat siang hari ketika panas menyengat membuat tubuh bermandikan keringat. Terlebih lagi bagi kelompok rentan, seperti anak-anak dan orang lansia yang sangat berisiko bagi kesehatan.

“Ya, mau tidak mau harus bertahan. Puasa ini kami jalani di tenda. Lebaran nanti juga mungkin masih di tenda. Entah sampai kapan kami harus tinggal di sini,” ujarnya dengan raut wajah pasrah.

Keluhan serupa juga disampaikan pengungsi lainnya. Mereka mengaku kebingungan mencari tempat tinggal alternatif. Bantuan DTH bahkan telah terpakai untuk memenuhi kebutuhan pokok yang lebih mendesak.

Dapur korban bencana di belakang tenda pengungsi Balee Panah. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

“Saya tidak tahu harus tinggal di mana. Tidak ada rumah keluarga untuk menumpang. Untuk sewa rumah, kami tidak punya uang. Uang DTH sudah dipakai untuk kebutuhan lain,” ujar seorang pengungsi lain yang sedang duduk bersama istri dan anaknya di bawah tenda.

Sementara itu, Koordinator Posko Pengungsian Korban Banjir dan Longsor Gampong Balee Panah, Bukhari, menyampaikan, saat ini masih terdapat 43 KK yang bertahan di pengungsian. Sebelumnya, jumlah korban mencapai 114 KK.

BACA JUGA: Huntap untuk Korban Banjir Sumatra, Perdana Dibangun di Bireuen

“Sebagian di antara mereka sudah tinggal bersama keluarga. Ada juga yang menyewa rumah di gampong-gampong sekitar, seperti Buket Mulia, Pante Baro, Beunyot, dan lainnya,” jelas Bukhari.

Ia menambahkan, DTH di Balee Panah telah disalurkan dalam dua tahap. Namun, masih ada sekitar 24 KK lagi yang belum menerima bantuan tersebut dan harus menunggu tahapan selanjutnya.

Para korban bencana di posko pengungsian Gampong Balee Panah. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Menurutnya, kini di posko pengungsian Balee Panah tidak lagi tersedia dapur umum. Setiap keluarga masing-masing memasak sendiri di dapur sederhana yang dibangun secara mandiri di belakang tenda.

“Kalau bahan makanan tersedia dan mencukupi. Masalah utamanya tempat tinggal di tenda. Kalau siang hari sangat panas. Karena itu, dibangun dapur agak luas supaya bisa untuk berteduh dan istirahat,” ujarnya.

BACA JUGA: Kementerian PU Targetkan Huntara untuk Korban Bencana di Aceh Rampung Sebelum Puasa, Bireuen Tidak Usulkan

Kondisi tersebut menunjukkan, DTH belum sepenuhnya menjawab kebutuhan korban yang kehilangan rumah dan juga lahan. Buktinya, seperti dialami korban bencana di Balee Panah yang masih bertahan di tenda pengungsian hingga kini.

Tanpa solusi hunian yang jelas dan kepastian pembangunan huntara maupun huntap, para penyintas bencana di Balee Panah terpaksa harus melanjutkan kehidupan di bawah terpal. Mereka menanti kepastian yang tak kunjung datang, bahkan di bulan suci Ramadhan yang seharusnya dijalani dengan ketenangan dan rasa aman. (Suryadi) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bank Aceh-TASPEN Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Dana Pensiun

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh – PT Bank Aceh Syariah dan PT TASPEN (Persero) memperkuat kerja sama dalam pengelolaan dan pengembangan layanan dana pensiun bagi...

Hasil Monev Semester I, KUA Peusangan Selatan Raih Nilai Tertinggi di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - KUA Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen terpilih dengan nilai terbaik pertama hasil monitoring dan evaluasi (monev) semester I 2026 dengan nilai...

Drama Laksamana Keumalahayati MTsN 10 Bireuen Hipnotis Warga Makmur

0
KABAR BIREUEN,Makmur - Penampilan drama Laksamana Keumalahayati dari MTsN 10 Bireuen pada malam kesenian memperingati HUT RI ke-81 di halaman kantor camat membuat penonton...

Polres Bireuen Sukses Amankan Pawai Karnaval HUT ke-81 RI di Pusat Kota Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Polres Bireuen bersinergi dengan instansi terkait sukseskan jalannya pawai karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang berlangsung...

Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya, Ini Juara Karnaval HUT ke-81 RI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Pemerintah Kabupaten Bireuen (Pemkab) melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen mengelar Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya dalam rangka menyemarakan...

KABAR POPULER

Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya, Ini Juara Karnaval HUT ke-81 RI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Pemerintah Kabupaten Bireuen (Pemkab) melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen mengelar Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya dalam rangka menyemarakan...

Bupati Bireuen Bubarkan Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar malam resepsi dan pembubaran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 dalam rangka Hari Ulang...

Drama Laksamana Keumalahayati MTsN 10 Bireuen Hipnotis Warga Makmur

0
KABAR BIREUEN,Makmur - Penampilan drama Laksamana Keumalahayati dari MTsN 10 Bireuen pada malam kesenian memperingati HUT RI ke-81 di halaman kantor camat membuat penonton...

Dilepas Bupati Mukhlis, Pawai Budaya HUT ke-81 RI di Bireuen Meriah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen setempat menggelar Festival Pawai Budaya. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari...

Rumah Warga Mata Ie Ludes Terbakar, Ketua PMI Bireuen Langsung Salurkan Bantuan Masa Panik

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., turun langsung mengantarkan bantuan masa panik kepada warga...