KABAR BIREUEN, Bireuen – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. H. Saifuddin Muhammad, menegaskan komitmennya membina generasi pesepak bola usia muda di Kabupaten Bireuen.
Hal itu disampaikannya saat bersilaturahmi dengan masyarakat dan komunitas sepak bola dalam agenda Reses II Tahun 2026 Dapil III Kabupaten Bireuen, di RTH Cot Gapu, Jumat (22/5/2026) sore.
Dalam kegiatan tersebut, Saifuddin Muhammad atau yang akrab disapa Yah Fud, bertemu langsung dengan ratusan pemain sepak bola muda dari tiga tim di Bireuen, yakni tim Soeratin U-15, Soeratin U-17, dan tim PORA Bireuen.
“Agenda silaturahmi kita hari ini bertepatan juga dengan agenda reses II tahun 2026. Kita sudah inisiasi kegiatan ini bersama komunitas olahraga sepak bola,” kata Yah Fud kepada Kabar Bireuen.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah komunikasi dan motivasi bagi para pemain muda agar terus serius menjalani pembinaan dan latihan.
BACA JUGA: NasDem Hadir untuk Warga, Ayah Fud Tinjau dan Bantu Korban Kebakaran di Samalanga
“Kita memberi motivasi kepada adik-adik pemain sepak bola agar terus serius dan fokus dalam masa pembinaan. Target kita ke depan, terutama di Piala Soeratin U-15 dan U-17, serta tim PORA Bireuen bisa menjuarai Aceh,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua DPRA sekaligus Ketua PSSI Bireuen, Yah Fud menilai potensi pemain sepak bola di Bireuen sangat besar dan perlu pembinaan berkelanjutan.
Disebutkan Yah Fud, tingginya antusiasme masyarakat terlihat saat seleksi pemain U-15 dan U-17 yang diikuti sekitar 500-an pemain muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen.
“Kita melihat potensi pemain sepak bola di Bireuen sangat luar biasa. Setiap tahun juga terus terlihat perkembangan pemain yang bisa kita bina dan kita orbit menjadi pemain profesional,” ungkapya.

Yah Fud berharap, ke depan akan lahir kembali pemain muda asal Bireuen yang mampu mengikuti jejak senior mereka menjadi pemain nasional, baik memperkuat tim nasional Indonesia maupun klub Liga 1.
“Kita berkeinginan ada pemain muda Bireuen yang bisa menggantikan abang-abangnya dulu menjadi pemain nasional, baik di tim PSSI maupun Liga 1 nasional,” ucap Yah Fud.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen memberi perhatian khusus terhadap pembinaan olahraga, terutama sepak bola usia muda.
Menurutnya, prestasi tidak akan lahir tanpa pembinaan yang serius dan berkelanjutan di setiap cabang olahraga.
“Bagaimana bisa lahir prestasi apabila tidak dilakukan pembinaan di semua cabang olahraga. Karena itu, pembinaan harus benar-benar serius dengan memilih cabang olahraga unggulan,” ujarnya.
BACA JUGA: Peduli Pendidikan Pascabencana, Yah Fud Serahkan Seragam Sekolah untuk Siswa SDN 8 Kuta Blang
Meski menjabat sebagai Ketua PSSI Bireuen, Yah Fud menegaskan dirinya tetap menghargai seluruh cabang olahraga. Namun, ia menilai sepak bola memiliki dampak besar dalam mengharumkan nama daerah.
“Sehebat apa pun, ketika sepak bola menjadi juara PORA Aceh atau juara Piala Soeratin Aceh, tentu akan membawa nama harum daerah. Dan Bireuen memiliki potensi besar untuk itu,” jelasnya.
Menurut Yah Fud, sinergi antara PSSI Bireuen dan Pemerintah Daerah sangat penting dalam mendukung pembinaan pemain muda, mengingat sebagian besar pemain masih berstatus amatir dan membutuhkan dukungan fasilitas serta pembinaan yang memadai.
“Pemerintah punya tanggung jawab untuk memfasilitasi anak-anak ini agar menjadi pemain andal di masa depan. Itu yang menjadi keinginan utama kita,” demikian Yah Fud. (Hermanto)










