Ketua Umum TIM Jakarta Muslim Armas: Kiprah di Aceh Berlanjut, Fokus pada Program Tahiro Gampong

KABAR BIREUEN, Bireuen– Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Ir H Muslim Armas, menegaskan kiprah organisasi masyarakat Aceh perantauan tersebut di Aceh akan terus berlanjut, terutama membantu masyarakat yang masih membutuhkan perhatian pascabencana banjir dan longsor.

Hal itu disampaikan Muslim Armas saat diwawancarai Kabar Bireuen, Selasa (15/9/2026), usai kunjungannya ke tenda darurat tempat siswa dan guru SD Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, yang sudah sembilan bulan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda setelah sekolah mereka hancur diterjang banjir pada 26 November 2025.

Ia berharap pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, memberikan perhatian serius terhadap kondisi anak-anak tersebut dan segera memastikan pembangunan kembali sekolah.

“Saya berharap pemerintah, khususnya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, benar-benar memperhatikan anak-anak SD Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng yang sampai hari ini masih sekolah di tenda,” tegasnya.

Muslim mengatakan, lamanya siswa belajar dalam kondisi darurat dikhawatirkan dapat memengaruhi semangat mereka untuk terus bersekolah.

“Kita bisa bayangkan mereka sekolah dengan sabar selama sembilan bulan. Kalau sampai putus asa, mereka tidak mau sekolah lagi, padahal tadi kita lihat anak-anaknya pintar-pintar dan cerdas,” katanya.

Karena itu, ia berharap pembangunan gedung sekolah segera direalisasikan sehingga para siswa dapat kembali belajar dalam lingkungan yang layak.

“Sayang kalau mereka akhirnya berhenti sekolah karena sekolahnya memang tidak mampu. Harapan kita dibangunlah bangunan sekolah. Rasanya anggarannya ada,” ujarnya.

Muslim juga menilai, apabila pembangunan gedung permanen membutuhkan waktu, pemerintah dapat mempertimbangkan penyediaan ruang belajar sementara yang lebih layak dibandingkan tenda.

“Kalau perlu semi permanen dulu pun tidak apa-apa, yang penting mereka layak untuk sekolah. Nanti baru dibangun yang permanen,” katanya.

Ketua Umum TIM Jakarta, Ir H Muslim Armas menyerahkan sembako secara simbolis kepada Kepala SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Masran S.Pd. (Foto: Ihkwati/Kabar Bireuen)

Kunjungan ke SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, menurut Muslim, sekaligus menjadi gambaran bahwa peran organisasi masyarakat seperti TIM masih dibutuhkan untuk mendampingi masyarakat Aceh yang belum sepenuhnya pulih dari bencana.

Kunjungan tersebut dilakukan lebih kurang sebulan usai Muslim Armas kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) untuk periode 2026-2030.

Menurut Muslim, meski sejumlah organisasi atau lembaga sosial yang sebelumnya ikut membantu korban bencana mulai mengurangi aktivitasnya setelah beberapa bulan masa tanggap dan pemulihan, TIM masih akan berupaya hadir selama masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Buktinya tadi kita masih membantu. Selama masih ada pengungsi, apalagi pengungsinya masih di tenda, kita tidak akan sampai hati. Kalau kita bisa membantu, kenapa tidak,” kata Muslim.

Ia menjelaskan, pola bantuan TIM sejak awal bencana memang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Pada masa awal bencana, bantuan lebih diarahkan kepada kebutuhan tanggap darurat seperti terpal dan tenda. Setelah kondisi berangsur berubah, bantuan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, antara lain sembako, sarung, mukena, sajadah dan Al-Qur’an.

“Kita tidak jor-joran semuanya dalam satu waktu. Di awal banyak sekali lembaga, NGO maupun organisasi sosial yang membantu Aceh. Jadi kita memilih daerah yang sangat terpencil, yang masih di tenda dan kesulitan akses. Di situlah kita masuk,” ujarnya.

Muslim mengatakan, salah satu kelebihan TIM dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan adalah keberadaan relawan yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.

Dengan jaringan tersebut, TIM tidak harus terus-menerus mengirim relawan dari Jakarta untuk menjalankan kegiatan di daerah.

Ir. H. Muslim Armas, Ketua Umum PP TIM. (Foto.Dok. PP TMI)

“Alhamdulillah relawan kita di seluruh Aceh ada. Jadi tidak perlu kita kirim relawan. Kalau kami datang dari Jakarta, biaya sendiri semua, tidak mengambil biaya dari bantuan atau donasi,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat biaya operasional bantuan dapat ditekan sehingga dana yang dihimpun dari masyarakat dapat lebih banyak diarahkan kepada penerima manfaat.

Muslim juga berharap masyarakat Aceh di perantauan tetap tergerak membantu korban banjir dan longsor yang masih membutuhkan perhatian.

“Kita akan tunjukkan kepada mereka bahwa kita masih bekerja menyalurkan bantuan. Harapan kita para perantau Aceh merasa lebih tergerak dan mau sekali lagi membantu para korban,” katanya.

Dalam periode kedua kepemimpinannya, Muslim Armas mengatakan TIM akan terus menjalankan empat program utama yang menjadi bagian dari visi dan misi organisasi.

Keempat program tersebut adalah Tapako Anggota, Tajunjong Nanggroe, Tahiro Gampong dan Tapeuluah Syedara.

Menurut Muslim, sejumlah program tersebut sudah berjalan dalam periode sebelumnya, namun pada periode 2026-2030 pihaknya akan memberikan penekanan lebih besar terhadap program Tahiro Gampong.

“Tapako Anggota selama ini memang sudah jalan untuk anggota-anggota kita yang ada di perantauan. Kemudian Tapeuluah Syedara, kita sudah menggalang persatuan sesama perantau Aceh seluruh Indonesia dan juga dengan masyarakat di luar Aceh,” katanya.

Sementara Tajunjong Nanggroe, kata dia, juga telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk menyuarakan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan Aceh melalui pernyataan sikap, diskusi, media sosial dan podcast.

Salah satunya saat berdemo terkait PoD-I Blok Andaman di Gedung Kementerian ESDM Jakarta.

Sedangkan Tahiro Gampong akan menjadi salah satu fokus utama dalam periode kepemimpinannya yang kedua.

Fokus Utama TIM, Tahiro Gampong

Muslim menjelaskan, kegiatan kemanusiaan yang selama ini dilakukan TIM dalam membantu korban banjir sebenarnya merupakan bagian dari program Tahiro Gampong.

Namun ke depan, Tahiro Gampong tidak hanya diarahkan untuk penanganan bencana. Program tersebut akan dikembangkan melalui tiga bidang, yakni sosial, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Penanganan korban banjir ini sebenarnya bagian dari Tahiro Gampong. Tapi ke depan kita tidak hanya fokus kepada korban banjir,” ujarnya.

BACA JUGA: Kunjungi Tenda Belajar SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Ketua Umum PP TIM Jakarta Muslim Armas Serahkan Bantuan

Di bidang sosial, salah satu program yang akan dikembangkan adalah gerakan membersihkan masjid.

TIM menargetkan kegiatan tersebut dapat dilakukan dari Banda Aceh hingga Singkil dengan melibatkan relawan serta masyarakat setempat.

“Kita akan galang relawan untuk membersihkan masjid bersama masyarakat di sekitarnya. Bahkan anak-anak sekolah juga nanti kita ajak, untuk mendidik mereka mulai mencintai masjid dan menjaga kebersihan masjid,” kata Muslim.

Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan dapat mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan masjid, termasuk fasilitas pendukungnya.

Ketua Umum TIM Jakarta, Ir H Muslim Armas betfoto dengan siswa usai menyerahkan secara simbolis sampul buku raport dan pakaian olahraga kepada siswa SDN 5 Peusangan Siblah Krueng. (Foto: Ihkwati/Kabar Bireuen)

Pada bidang pendidikan, TIM juga berencana mendorong hadirnya sekolah-sekolah unggul di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Muslim mengatakan program tersebut untuk sementara mulai dirintis pada jenjang SMA di wilayah Pidie.

“Kita akan usahakan ada sekolah-sekolah unggul, sekolah-sekolah terbaik, unggul dalam berbagai bidang di berbagai kabupaten di Aceh. Ini baru kita mulai dari SMA, kita sedang merintis pembangunan SMA unggul di Pidie,” katanya.

Ia berharap program pendidikan tersebut nantinya dapat dikembangkan ke kabupaten lain di Aceh.

Sementara untuk bidang ekonomi, TIM akan mengembangkan pemberdayaan masyarakat berdasarkan potensi masing-masing gampong.

Muslim mencontohkan rencana pengembangan kebun aren di Keumala, Pidie, sebagai salah satu program percontohan.

Program tersebut dikembangkan di lahan milik TIM dan nantinya diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sebelum diperluas.

“Kita rencanakan membuat kebun aren di Keumala. Alhamdulillah kita sudah bersama Profesor Agussabti, dari Fakultas Pertanian Unsyiah Banda Aceh dan beberapa pihak lainnya untuk merintisnya,” ujarnya.

Menurut Muslim, tanaman aren diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan bagi masyarakat. Namun untuk memperoleh hasil aren membutuhkan waktu beberapa tahun sehingga akan dipadukan dengan tanaman lain yang dapat dipanen lebih cepat, seperti nilam.

“Tidak hanya aren. Kita perlu tanaman yang lebih muda seperti nilam, sehingga tidak harus menunggu empat tahun baru menikmati hasil,” jelasnya.

Untuk tahap awal, pengembangan dilakukan di lahan milik TIM. Jika berhasil, masyarakat sekitar akan diajak ikut mengembangkan tanaman aren.

“Kita harus maklumi, masyarakat kalau belum melihat hasilnya mungkin belum percaya. Jadi kita coba di lahan yang sudah ada. Kalau berhasil, insya Allah masyarakat akan kita undang untuk ikut,” pungkasnya. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

BPJS Ketenagakerjaan Bireuen Serahkan Santunan dan Beasiswa Rp493 Juta kepada Tiga Ahli Waris

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bireuen menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja dan beasiswa pendidikan dengan total Rp493 juta kepada...

Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SKPK Bireuen, Realisasi Fisik dan Keuangan Masih Relatif Rendah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Bagian Admistrasi Pembangunan Sekdakab Bireuen menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK)...

Sembilan Bulan Belajar di Tenda, Siswa dan Guru SDN 5 Peusangan Siblah Krueng Curahkan...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Suasana haru menyelimuti tenda darurat tempat siswa dan guru UPTD SDN 5 Peusangan Siblah Krueng melaksanakan proses belajar...

Dua Mahasiswi UNIKI Tampil di Fashion Show Tarla School of Fashion, Asah Bakat dan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dua mahasiswi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Silvia Ulfa dan Ulfiya Zahra, menunjukkan kiprahnya di dunia fashion dan modeling dengan...

Kenduri Turun Sawah di Lipah Rayeuk, Momentum Percepatan Program PM-AAS

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa-Khanduri Blang (kenduri) turun sawah di Meunasah Gampong (Desa) Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Selasa (15/9/2026), menjadi momentum percepatan Program PM-AAS...

KABAR POPULER

Lantik 34 Kepala Sekolah, Bupati Mukhlis Ingatkan Jabatan Ini Amanah untuk Masa Depan Generasi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 34 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan...

Pastikan Pendistribusian BBM Lancar, Polres Bireuen Kawal Aktifitas di SPBU

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Bireuen terus mengintensifkan patroli ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum...

Kunjungi Tenda Belajar SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Ketua Umum PP TIM Jakarta Muslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Ir. H. Muslim Armas, didampingi H Zainal Abidin Hussein SE,...

Kenduri Turun Sawah di Lipah Rayeuk, Momentum Percepatan Program PM-AAS

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa-Khanduri Blang (kenduri) turun sawah di Meunasah Gampong (Desa) Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Selasa (15/9/2026), menjadi momentum percepatan Program PM-AAS...

Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SKPK Bireuen, Realisasi Fisik dan Keuangan Masih Relatif Rendah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Bagian Admistrasi Pembangunan Sekdakab Bireuen menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK)...