KABAR BIREUEN, Bireuen–Sebanyak 200 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan tata kelola dan manajemen koperasi yang digelar Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) Bireuen.
Program yang dibagi dalam empat angkatan ini, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pengelolaan koperasi yang profesional dan transparan.
Pelatihan angkatan pertama yang diikuti 50 peserta itu dibuka Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Ismunandar, ST, MT, di Aula Kantor Dinas Syariat Islam Bireuen, Selasa (23/6/2026).
Dalam sambutan Bupati Bireuen yang dibacakan Sekda, pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelolanya.
“Koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berlandaskan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kemandirian,” kata Ismunandar yang membacakan sambutan Bupati Mukhlis.
Ia menegaskan, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh terbentuknya badan hukum, tetapi juga oleh kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota.
“Jadikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang mampu menggerakkan sektor pertanian, perdagangan, jasa, industri rumah tangga, serta potensi unggulan lainnya sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” ujarnya.

Aula Kantor Dinas Syariat Islam Bireuen, Selasa, 23 Juni 2026. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)
Pemerintah Kabupaten Bireuen, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan koperasi melalui pembinaan, pendampingan, peningkatan kapasitas SDM, serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar koperasi tumbuh menjadi lembaga ekonomi rakyat yang kuat dan berdaya saing.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Disdagperinkop dan UKM Bireuen, Julfikar, SP, MP, melaporkan bahwa pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Juni 2026, di Aula Kantor Dinas Syariat Islam Bireuen.
Menurutnya, total peserta yang mengikuti pelatihan mencapai 200 orang pengurus KDMP dari seluruh Kabupaten Bireuen. Mereka dibagi dalam empat angkatan, masing-masing berjumlah 50 orang.
Julfikar menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus dan pengelola koperasi dalam membangun sistem manajemen yang baik, memperkuat pengendalian internal, serta memperbaiki tata kelola organisasi.
Selain itu, pelatihan juga diharapkan mendorong transformasi digital dalam pengelolaan koperasi sehingga lebih transparan, efisien, dan mampu meminimalkan praktik yang merugikan anggota.
“Integritas pengurus dan pengelola koperasi menjadi kunci utama dalam mengelola koperasi. Masih banyak koperasi yang belum melakukan transformasi digital, padahal transparansi sangat dibutuhkan agar pengelolaan koperasi semakin sehat dan akuntabel,” kata Julfikar.
Melalui pelatihan tersebut, para pengurus koperasi dibekali pemahaman mengenai prinsip-prinsip perkoperasian, tata kelola kelembagaan, penyusunan rencana kerja dan anggaran, pengelolaan usaha dan keuangan, hingga mekanisme pengawasan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (Hermanto)











