KABAR BIREUEN, Bireuen — Dua mahasiswi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Silvia Ulfa dan Ulfiya Zahra, menunjukkan kiprahnya di dunia fashion dan modeling dengan tampil dalam Fashion Show Tarla School of Fashion di Area Coffee Space, Bireuen, Minggu (13/9/2026).
Kehadiran kedua mahasiswi tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa talenta muda di Kabupaten Bireuen memiliki ruang untuk berkembang dan berkiprah di industri kreatif. Ajang yang diselenggarakan Tarla School of Fashion itu tidak hanya menampilkan karya fashion, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah bakat sekaligus membangun pengalaman profesional.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Riswandi, M.Pd., desainer ternama Aceh. Dalam sambutannya, ia menilai kegiatan fashion show memiliki peran penting dalam membangkitkan semangat generasi muda untuk mengembangkan dunia fashion serta mendorong lahirnya desainer-desainer profesional.
“Ini menjadi ruang untuk menumbuhkan dan memunculkan semangat baru agar lahir desainer-desainer yang profesional,” ujar Riswandi.
Sekitar 40 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Aceh hingga Medan. Selain menjadi panggung bagi para model, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi desainer lokal Bireuen untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Salah satu yang tampil adalah Silvia Ulfa, mahasiswi semester VII Program Studi Seni Pertunjukan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKI. Silvia membawakan karya desainer Agusniati melalui brand Agus Lady’s Fashion Bireuen, salah satu brand fashion yang dikenal di Bireuen.
Sementara itu, Ulfiya Zahra, mahasiswi semester III UNIKI, turut tampil sebagai model dalam ajang tersebut. Kehadiran keduanya sekaligus memperlihatkan keberanian mahasiswa untuk membawa kemampuan yang diperoleh di lingkungan kampus ke ruang publik dan industri kreatif.
Ketua Program Studi Seni Pertunjukan UNIKI, Umul Aiman, M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan Silvia dan Ulfiya dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan seni dan industri kreatif sangat penting bagi mahasiswa. Selain mengasah kemampuan, pengalaman tersebut dapat membentuk kreativitas, kepercayaan diri, serta kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional.
“Kami mengapresiasi Silvia dan Ulfiya yang terus mengasah kemampuan dan berani mengambil kesempatan untuk tampil di ruang publik. Kegiatan seperti ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan profesional,” ujarnya.
Umul Aiman berharap mahasiswa Program Studi Seni Pertunjukan UNIKI semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan seni dan industri kreatif. Dengan demikian, kemampuan yang diperoleh selama perkuliahan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat terus dikembangkan dan diaplikasikan di tengah masyarakat.
Bagi Silvia Ulfa, tampil dalam Fashion Show Tarla School of Fashion menjadi pengalaman yang membanggakan. Ia mengaku senang mendapat kepercayaan untuk membawa salah satu brand fashion ternama di Bireuen.
“Alhamdulillah, saya senang bisa dipercaya untuk tampil dalam fashion show ini. Saya berharap industri kreatif dan para desainer semakin berkembang serta memiliki lebih banyak ruang untuk menampilkan karya-karya terbaik,” ungkap Silvia.
Silvia sendiri bukan nama baru di dunia modeling. Pada 2024, ia pernah meraih Juara III Agam Inong dan menjadi Runner-up Duta Muslimah 2024. Pengalaman tersebut menjadi modal bagi dirinya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni pertunjukan dan modeling.
Keterlibatan Silvia dan Ulfiya dalam ajang fashion show ini menunjukkan bahwa ruang pengembangan mahasiswa tidak hanya berada di lingkungan akademik. Panggung seni dan industri kreatif juga menjadi tempat penting bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, membangun jejaring, serta memperoleh pengalaman profesional.
Melalui Program Studi Seni Pertunjukan, UNIKI terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya dan mengambil bagian dalam perkembangan ekosistem seni, budaya, fashion, serta industri kreatif di Kabupaten Bireuen. (Red)













