KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 486 santriwan dan santriwati dari berbagai dayah di Kabupaten Bireuen dan luar daerah mengikuti Seleksi Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Quran Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah (DPD) Bireuen dilaksanakan selama empat hari, mulai 1 September hingga 4 September 2026 di Kantor DPD tersebut.
Pembukaan seleksi dilakukan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, diwakili Asisten III Setdakab Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.M, Selasa 1 September 2026, di Kantor DPD setempat.
Dalam sambutannya, Asisten III Setdakab Bireuen, Zamzami, membacakan pidato tertulis Bupati Bireuen, yang antara lain menyebutkan, Pemkab Bireuen mengalokasikan dana yang sangat signifikan untuk program beasiswa.
Hal ini membuktikan, investasi pada sumber daya manusia khususnya para santri adalah prioritas utama pemerintah daerah.
Melalui Beasiswa Thalabah Hafidh Al-Qur’an ini, kami ingin memastikan para penghafal kitab suci mendapat perhatian layak dan termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas hafalannya.
Seleksi ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan bantuan dana pendidikan, melainkan sebuah wasilah untuk menguji keteguhan, kemurnian, dan kelancaran hafalan ayat-ayat suci.
“Dengan meluruskan niat sebagai ibadah, menjunjung adab, serta menampilkan kemampuan terbaik, setiap santri yang berpartisipasi maupun yang berada di dayah pada akhirnya adalah pemenang sejati di hadapan Allah SWT,” ujarnya.
Disampaikan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bireuen menitipkan amanah yang sangat besar di pundak dewan hakim sekalian.
Proses seleksi yang transparan, profesional, dan objektif adalah kunci utama untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang benar-benar berkualitas tinggi.
“Kami percaya penuh atas keilmuan, integritas, dan kearifan yang para dewan hakim miliki. Sinergi antara panitia dari Dinas Pendidikan Dayah dan dewan hakim sangat kita harapkan untuk menjaga marwah dan kesucian program ini,” sebutnya.
Apresiasi setinggi-tingginya kepada para pimpinan dayah dan pengurus dayah yang telah mendampingi para santri dengan sabar dan ikhlas.
“Teruslah membimbing anak-anak kita dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, toleran, damai, dan cinta tanah air. Dari dayah-dayah inilah kelak kepemimpinan daerah dan bangsa ini akan kita estafetkan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar, S.Ag, melaporkan, seleksi ini bertujuan untuk memberikan apresiasi, motivasi, serta bantuan biaya pendidikan kepada para santri hafizh Al-Qur’an asal Kabupaten Bireuen guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di daerah berjuluk Kota Santri ini.

Disebutkan, jumlah peserta yang ikut seleksi tahun ini sebanyak 486 santri, santri tersebut merupakan penduduk asli Kabupaten Bireuen, baik yang sedang menuntut ilmu di dayah-dayah di dalam wilayah Kabupaten Bireuen maupun dayah di luar kabupaten.
Adapun kategori yang diseleksi yaitu kategori 1 Juz ‘Amma 211 santri, kategori 1 Juz Alif-Lam-Mim 30 santri, kategori 3 Juz 108 santri.
Kemudian, kategori 5 Juz diikuti 56 santri., kategori 10 Juz 61 Santri. Kategori 20 Juz 11 santri dan kategori 30 Juz 9 santri.
“Peserta dibagi dalam enam ruangan, seleksi dilakukan secara bergiliran sesuai dengan nomor urut masing-masing kategori yang diikuti,” ujarnya.
Untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas hasil penyeleksian, panitia melibatkan dewan hakim yang terdiri dari para ulama dan akademisi yang kompeten di bidang Tahfizh Al-Qur’an.
Disebutkan, adapun dewan hakim dan petugas pelaksana kegiatan, terdiri Ketua Dewan Hakim, Dr. Tgk. Nazaruddin Abdullah, MA.
Anggota Dewan Hakim, Tgk. Malik Adharsyah Syarifuddin, Lc., MA. Tgk. Razali Ismail. Tgk. Razali A. Wahab. Tgk. Zainil Bakri S.Pd.Tgk. Muhammad Rifqi Al Hanif.
Sementara, penyusun Makrak terdiri Dr. Tgk. Saifuddin, MA. Tgk. Edi Mizwar. Ustadzah Husna dan Drs. Yusri, MA.
Sekretaris, Martunis, S.E., MM, Panitera, Risnadianti, S.Sos, Aryuni Saputri, A.Md dan Abdiah, S.Sos.
Penghubung Dewan Hakim, Mirnawati, SE, Susi Nazira, A.Md, dan Nurakila.
“Dengan kegiatan seleksi ini diharapkan dapat melahirkan thalabah terbaik yang menjaga dan mengamalkan warisan keilmuan Islam, sekaligus memperkuat identitas Bireuen sebagai “Kota Santri,” tutup Anwar. (Hermanto)










