Keuchik Jurong Binjee Bantah Tahan Dana BUMDes Rp137 Juta Tanpa Alasan, Sebut Pencairan Ditunda karena Laporan Belum Diserahkan

KABAR BIREUEN, Simpang Mamplam – Pemerintah Gampong Jurong Binjee, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, membantah tudingan yang menyebutkan tidak mencairkan dana penyertaan modal BUMDes untuk unit usaha penggemukan kambing/domba senilai Rp137 juta. Ditegaskan, pencairan dana hanya ditunda karena pengurus BUMDes belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban atas dana yang telah dicairkan sebelumnya.

Keuchik Gampong Jurong Binjee, Zulfikar, didampingi Ketua Tuha Peut, Tgk Abu Bakar, menjelaskan, anggaran Rp137 juta tersebut merupakan alokasi ketahanan pangan tahun anggaran 2025 yang diperuntukkan bagi BUMDes Jurong Binjee.

Menurutnya, dari total anggaran tersebut, pemerintah gampong telah mencairkan dana tahap awal sebesar Rp35,54 juta.

“Ketika Ketua BUMDes meminta pencairan lanjutan, kami tunda terlebih dahulu karena laporan realisasi penggunaan dana yang sudah dicairkan belum disampaikan kepada kami. Laporan itu sudah kami minta, tetapi hingga hari ini belum juga diserahkan. Karena itu pencairan berikutnya kami tunda,” kata Zulfikar kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

Ia menyebutkan, keputusan menunda pencairan bukan dilakukan secara sepihak, melainkan telah melalui serangkaian proses dan pembahasan bersama berbagai pihak.

Menurut Zulfikar, persoalan tersebut telah dibahas dalam rapat internal bersama Ketua BUMDes dan Tuha Peut. Kemudian, dilanjutkan dalam musyawarah gampong di meunasah serta dikoordinasikan dengan pihak Kecamatan Simpang Mamplam.

“Hasil seluruh rapat tersebut dituangkan dalam berita acara. Semua dokumen dan laporannya ada pada kami,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Zulfikar, penyaluran dana penyertaan modal BUMDes juga mengacu pada rekomendasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMG-PKB) Kabupaten Bireuen tertanggal 7 November 2025.

Dalam rekomendasi tersebut disebutkan, sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pencairan dana, di antaranya dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), analisis kelayakan usaha atau proposal, qanun gampong tentang pendirian BUMDes dan penyertaan modal, AD/ART, keputusan keuchik tentang penetapan pengurus, standar operasional prosedur (SOP) BUMDes, serta surat pengantar dari Camat Simpang Mamplam.

“Nah, di BUMDes Jurong Binjee masih ada persyaratan yang belum dipenuhi, salah satunya laporan realisasi penggunaan dana yang telah kami cairkan. Karena itu pencairan berikutnya kami pending. Jangan sampai nanti uang desa habis, tetapi pemerintah gampong yang harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Zulfikar juga mengungkapkan bahwa dalam perjalanan pengelolaan BUMDes terjadi perubahan kepengurusan. Pengawas BUMDes, Helmi Abdullah, mengundurkan diri, kemudian sekitar dua bulan berikutnya disusul pengunduran diri penasihat BUMDes.

Karena laporan penggunaan dana juga tidak kunjung disampaikan setelah diberikan waktu, pemerintah gampong melalui hasil rapat perangkat desa memutuskan menonaktifkan sementara Direktur, Sekretaris, dan Bendahara BUMDes Jurong Binjee.

“Surat penonaktifan sementara tersebut telah kami tembuskan kepada Bupati Bireuen, Camat Simpang Mamplam, dan Dinas DPMG-PKB Kabupaten Bireuen,” katanya.

Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Zulfikar menambahkan, sikap hati-hati pemerintah gampong dalam mencairkan dana BUMDes didasari pengalaman pada pengelolaan dana BUMDes periode 2017 hingga 2020.

Menurutnya, pada periode tersebut telah dialokasikan anggaran sekitar Rp226 juta untuk BUMDes, namun hingga kini penyelesaian dan pertanggungjawabannya dinilai belum jelas.

Karena itu, pemerintah gampong berkomitmen tidak akan mencairkan dana lanjutan apabila laporan realisasi penggunaan dana sebelumnya belum dipenuhi.

“Kami tidak ingin persoalan yang pernah terjadi kembali terulang. Selama laporan pertanggungjawaban belum disampaikan, pencairan dana berikutnya tetap kami tunda,” tutup Zulfikar. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pemerintah Aceh Terima Serambi Award 2026 atas Penanganan Bencana

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Pemerintah Aceh menerima penghargaan pada ajang Serambi Award 2026 dalam Malam Apresiasi “Gebrakan Sang Pemimpin” yang digelar Sabtu (29/8/2026)...

Jadikan Hardikda Momentum Bersejarah, Amiruddin Idris Harapkan Kuliah Perdana UNIKI Dimulai 2 September 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., mengharapkan perkuliahan perdana Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen...

Terkait Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, PPS Kepala BPJS Cabang Lhokseumawe Sampaikan Tanggapan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menanggapi atas berita Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan. BPJS...

Ketua DPW PPP Aceh Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi di Bireuen, Ingatkan Kebersamaan Modal Utama...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., memperkuat konsolidasi internal partai...

POMABA UNIKI Dimulai, 1.468 Mahasiswa Baru Disiapkan Hadapi Dunia Kampus dan Dunia Kerja

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 1.468 mahasiswa baru Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen mulai mengikuti Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POMABA) Tahun Akademik 2026....

KABAR POPULER

Terkait Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, PPS Kepala BPJS Cabang Lhokseumawe Sampaikan Tanggapan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menanggapi atas berita Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan. BPJS...

Terungkap, BPJS Diduga Berikan Kuota Penanganan Katarak Fakoemulsifikasi untuk RS Swasta Lebih Banyak daripada...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikabarkan memberikan kuota penanganan Katarak Fakoemulsifikasi/ Phacoemulsifikasi (operasi sedot) untuk salah satu rumah sakit...

Ketua DPW PPP Aceh Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi di Bireuen, Ingatkan Kebersamaan Modal Utama...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., memperkuat konsolidasi internal partai...

Pertanyakan Data dan Kepastian Pencairan Jadup, Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Bireuen Audiensi dengan BPBD

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –Korban banjir yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen melakukan  audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen di aula...

Saladin Terharu dan Bangga, Telah Purna Tugas Masih Dicintai Wartawan

0
KABAR BIREUEN - Mantan Kapolres Bireuen, Kombes Pol (Purn) Teuku Saladin, SH, mengaku, sangat terharu dan bangga. Meski dirinya telah purna tugas, tapi masih...